Sport

CAS Minta Rusia Diterima Kembali, IIHF Bahas Opsi

CAS Minta Rusia Diterima Kembali, IIHF Bahas Opsi
Daftar Isi
  1. Respon IIHF dan Penyelenggara Turnamen
  2. Penolakan Kanada dan Opsi Jerman
  3. Reaksi Rusia dan Gerakan Boikot

Presiden Federasi Hoki Es Internasional (IIHF), Franz Reindl, mengumumkan penyelenggaraan rapat darurat dewan pengambil keputusan pada Senin dan Selasa menyusul putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pengadilan yang berbasis di Lausanne tersebut mewajibkan IIHF mengizinkan kembali tim nasional Rusia bertanding dalam kejuaraan dunia hoki es setelah dilarang sejak invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Respon IIHF dan Penyelenggara Turnamen

Reindl, pejabat asal Jerman yang baru terpilih bulan lalu, menyatakan bahwa IIHF harus menerapkan keputusan ini secara bertanggung jawab. Ia menyoroti bahwa beberapa kejuaraan akan berlangsung hanya dalam hitungan pekan, sehingga perubahan kepesertaan berdampak luas bagi pemain, tim, panitia pelaksana, dan kota tuan rumah. IIHF berjanji akan bekerja sama dengan seluruh pihak untuk mencari solusi praktis seperti dilaporkan DW.

Turnamen pertama yang terkena dampak langsung putusan CAS adalah World Juniors yang dijadwalkan dimulai pada 26 Desember di Kanada. Hockey Canada mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan IIHF dan memberikan pengarahan kepada pemerintah Perdana Menteri Mark Carney mengenai perkembangan tersebut.

Penolakan Kanada dan Opsi Jerman

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menegaskan ketidaknyamanannya jika tim Rusia diizinkan bertanding di Alberta. Ia menilai keputusan tersebut sangat tidak diharapkan mengingat situasi geopolitik saat ini dan menegaskan bahwa seluruh opsi tetap terbuka.

Sementara itu, Sekretaris Negara untuk Olahraga Kanada, Adam van Koeverden, mengisyaratkan penolakan pemberian visa bagi atlet Rusia. Kanada dipastikan mempertahankan pembatasan partisipasi atlet Rusia pada ajang yang didanai pemerintah Kanada serta menjajaki langkah lebih lanjut guna memastikan pemerintah Rusia tetap dimintai pertanggungjawaban.

Pemerintah Jerman juga meninjau berbagai opsi menjelang persiapan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Hoki Es Pria di Gelsenkirchen, Düsseldorf, dan Mannheim pada Mei mendatang. Juru bicara pemerintah Jerman menyampaikan pandangan yang sangat kritis terhadap keputusan CAS dan berencana membahas konsekuensinya bersama Federasi Hoki Es Jerman (DEB).

Chief Executive DEB, Frank Lutz, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah di Berlin pekan ini. Lutz mengakui kemungkinan bagi Jerman untuk mengembalikan hak penyelenggaraan kejuaraan tersebut apabila situasi tidak memungkinkan.

Reaksi Rusia dan Gerakan Boikot

Sejumlah federasi hoki es negara lain, termasuk Ukraina, Swedia, Finlandia, dan Ceko, turut menyampaikan kekecewaan atas keputusan CAS. Sebelumnya, IIHF memutuskan memperpanjang larangan bagi tim Rusia untuk musim 2026–2027 atas alasan keamanan, namun CAS menilai pertimbangan keamanan tersebut tidak terbukti secara memadai dalam sidang banding Rusia.

Di sisi lain, Pemerintah Rusia menyambut positif putusan ini. Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyarev, menyatakan kepada saluran televisi Vesti bahwa Rusia telah kembali ke arena hoki dunia dan mengklaim bentuk diskriminasi dalam olahraga tersebut telah berakhir.

Potensi boikot dari sejumlah negara kini menjadi ancaman nyata bagi penyelenggaraan turnamen mendatang. Ketua Asosiasi Hoki Es Finlandia sekaligus anggota Dewan IIHF, Heikki Hietanen, sedang menggalang kekuatan bersama negara-negara lain untuk menolak bertanding melawan Rusia selama perang agresi terhadap Ukraina masih berlanjut.

Kemenangan di CAS memicu spekulasi bahwa Rusia selanjutnya akan mengincar pemulihan status di cabang sepak bola, di mana tim nasional dan klubnya masih diasingkan dari kompetisi internasional. Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Rusia, Maxim Mitrofanov, menuntut kesetaraan aturan setelah FIFA mengizinkan tim putra U-15 Rusia bertanding membawa bendera nasional dalam turnamen di Azerbaijan yang berakhir akhir pekan ini.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *