Daftar Isi
Sekitar 210 juta pemilih terdaftar akan menentukan seberapa besar kekuasaan Donald Trump pada sisa masa kepresidenannya di Amerika Serikat pada 3 November mendatang. Meski Trump tidak ikut dalam bursa suara, pemilu paruh waktu ini akan memutuskan kendali atas Kongres AS yang menyusun undang-undang serta mengontrol anggaran federal.
Mekanisme dan Taruhan Pemilu Paruh Waktu
Digelar di tengah masa jabatan empat tahun presiden, pemilu paruh waktu menentukan formasi Kongres yang mencakup seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta 35 dari 100 kursi Senat. Pemilu ini juga mencakup pemilihan gubernur di 36 negara bagian, pemilihan legislator tingkat negara bagian, serta pejabat lokal. Menurut profesor manajemen politik di George Washington University, Todd Belt, partai presiden rata-rata kehilangan 26,5 kursi di DPR dan sejumlah kursi di Senat sejak 1946. Nadia Brown selaku profesor pemerintahan di Georgetown University menuturkan bahwa politik lokal adalah ranah tempat sebagian besar warga Amerika berinteraksi langsung dengan pemerintahan, di mana usulan atau referendum lokal berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.
Partai Republik saat ini memegang mayoritas di kedua kamar legislatif tersebut. Kehilangan kendali atas salah satu kamar akan memberikan Partai Demokrat kekuatan untuk menghambat legislasi serta meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump. Demokrat membutuhkan tambahan tiga kursi di DPR dan empat kursi di Senat untuk mengambil alih kendali. Sementara itu, perolehan 50-50 di Senat akan tetap mempertahankan kendali Republik karena Wakil Presiden JD Vance dapat menggunakan hak suara penentu dalam situasi imbang. Belt menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa kemenangan Demokrat dapat secara signifikan membatasi kemampuan Trump dalam menjalankan agenda domestiknya, di mana seluruh legislasi pendanaan nonpemerintahan akan terhenti jika Demokrat menguasai salah satu kamar.
Dinamika Pemilihan DPR dan Senat
DPR memiliki 435 anggota yang masing-masing mewakili satu distrik lokal dengan masa jabatan dua tahun. Kursi dibagi berdasarkan jumlah penduduk dari hasil sensus setiap 10 tahun, di mana California memiliki 52 kursi sementara negara bagian seperti Wyoming dan Vermont hanya memiliki satu kursi. Partai membutuhkan 218 kursi untuk mencapai mayoritas. Saat ini Partai Republik menguasai 218 kursi berbanding 214 kursi milik Demokrat, dengan satu kursi dipegang independen dan dua kursi kosong. Anggota DPR yang baru akan dilantik pada 3 Januari 2027.
Untuk Senat, terdapat 100 anggota dari 50 negara bagian yang menjabat selama enam tahun, dengan sepertiga kursi diperebutkan tiap dua tahun. Tahun ini, 33 kursi reguler diperebutkan ditambah dua kursi khusus di Florida dan Ohio. Republik memegang 22 kursi dan Demokrat memegang 13 kursi dari total yang diperebutkan. Partai Republik saat ini menguasai 53 kursi Senat sedangkan kubu Demokrat bersama dua sekutu independen mengantongi 47 kursi. Senat yang baru akan dilantik pada 3 Januari 2027.
Isu Utama Pemilih dan Demografi Partisipasi
Biaya hidup menduduki peringkat teratas kekhawatiran para pemilih, disusul oleh kenaikan harga bensin, biaya perumahan, layanan kesehatan, hak reproduksi, imigrasi, serta kondisi demokrasi AS. Isu mengenai perang AS-Israel di Iran serta perkembangan pesat kecerdasan buatan dan pusat data turut memunculkan pertanyaan seputar keamanan, lapangan kerja, dan biaya energi. Berdasarkan data organisasi nirlaporan USAFacts, terdapat sekira 210 juta warga AS yang terdaftar untuk memilih, dengan California, Texas, dan Florida mencatatkan jumlah pemilih terbanyak yang mencakup sekitar 26 persen dari total pemilih terdaftar di seluruh negeri.
Sebuah survei Pew Research Center menunjukkan bahwa pemilih pria terbagi merata dengan 42 persen mendukung kandidat dari masing-masing partai, sementara pemilih wanita cenderung mendukung Demokrat dengan selisih 45 persen berbanding 31 persen. Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu paruh waktu secara historis lebih rendah daripada pemilihan presiden, dengan rata-rata partisipasi sejak 1944 berada di kisaran 42 persen dibandingkan 58 persen dalam pemilu presiden.
Dampak Perubahan Kekuasaan dan Jadwal Hasil Pemilu
Jika Demokrat merebut kendali DPR, mereka dapat memblokir undang-undang Republik, menggunakan komite untuk menyelidiki pemerintah, dan memegang kewenangan memakzulkan presiden. Belt memperkirakan situasi ini dapat memicu konfrontasi terkait belanja federal dan potensi penghentian operasional pemerintah, serta mendorong Trump untuk lebih berfokus pada kebijakan luar negeri. Sementara itu, penguasaan Senat oleh Demokrat akan memungkinkan mereka menghalangi pencalonan pejabat federal, hakim agung, dan duta besar yang masa jabatannya berlangsung seumur hidup. Kendati demikian, kemenangan Demokrat di kedua kamar tidak memberikan kendali mutlak karena Trump masih memiliki hak veto, dan pemakzulan presiden tetap memerlukan mayoritas dua pertiga suara di Senat yang dinilai Belt kecil kemungkinannya terjadi.
Hasil pemungutan suara akan mulai terlihat setelah tempat pemungutan suara pertama ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat pada 3 November, meski penghitungan akhir bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan pekan akibat keberadaan surat suara pos. Belt mengingatkan adanya fenomena mirage merah di mana hasil awal bisa tampak memenangkan Republik karena perbedaan pola memilih melalui pos, yang tidak mengindikasikan adanya kecurangan pemilu. Sejumlah kontestasi yang ketat juga berpotensi berlanjut ke putaran kedua, seperti pemilihan Senat di Georgia yang dijadwalkan pada 1 Desember jika tidak ada kandidat yang meraih mayoritas suara mutlak.






