Daftar Isi
Klub rugby Bristol Bears resmi merekrut pemain depan asal Samoa, Totoa Auvaa, hanya berselang dua minggu usai kontraknya diputus oleh Saracens. Pemain berusia 21 tahun tersebut sebelumnya terlibat dalam insiden perkelahian di sebuah klub malam bersama dua atlet kriket Inggris, Ben Stokes dan Gus Atkinson, pada Juni lalu.
Keputusan Bristol Bears Memberi Kesempatan Kedua
Direktur rugby Bristol, Pat Lam, menyatakan bahwa agen sang pemain telah menghubunginya untuk meminta bantuan serta memberikan kesempatan kedua. Lam menilai bahwa anak muda selalu berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman, bertumbuh, dan memperbaiki diri.
Menurut laman resmi klub seperti dikutip dari BBC News, Lam yang juga mantan pemain internasional Samoa meyakini bahwa klubnya mampu memberikan dukungan yang dibutuhkan Auvaa. Ia menilai lingkungan di Bristol adalah tempat yang tepat bagi Auvaa untuk berkembang baik di dalam maupun di luar lapangan.
Lam menambahkan bahwa Auvaa merupakan sosok bertubuh besar dengan potensi yang luar biasa, namun sempat melakukan sejumlah kesalahan usai pindah dari desa kecil di Samoa ke kota besar London. Setelah menghabiskan waktu bersama sang pemain, Lam merasa yakin klubnya dapat memberikan bimbingan, struktur, serta dukungan agar Auvaa bisa sukses sebagai atlet maupun pribadi yang membanggakan keluarganya di Samoa.
Catatan Indisipliner dan Pemecatan oleh Saracens
Permasalahan kedisiplinan Auvaa tidak hanya terbatas pada insiden malam hari saja. Ketika menjalani masa pinjaman di klub Championship Ampthill pada musim lalu, ia mendapat dua kartu merah akibat tindakan kekerasan, yakni memukul wajah pemain lawan usai kebobolan dan menendang kepala seseorang di dasar tumpukan pemain.
Faktor usia muda, kedatangan yang belum lama ke Inggris, serta tekanan mental karena harus mendukung ayahnya yang sedang sakit di Samoa sempat dijadikan sebagai pembelaan. Ketika terlibat perkelahian di klub malam bersama Stokes dan Atkinson yang mengakibatkan seorang anggota staf keamanan Inggris terluka di bagian wajah, Saracens sempat menyatakan akan tetap mendampinginya.
Kendati demikian, pihak klub akhirnya memutuskan memecat Auvaa setelah insiden terbaru di St Albans karena perilakunya dinilai telah berada di bawah standar yang diharapkan dari setiap perwakilan klub, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Penyelidikan Kepolisian Setempat
Kepolisian Hertfordshire memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut bahwa aparat sedang menyelidiki kasus perkelahian yang terjadi di St Peter’s Street, St Albans. Berdasarkan laporan, seorang pria berusia dua puluhan didatangi oleh pria lain yang kemudian melayangkan pukulan ke arah wajahnya, dan proses penyelidikan masih terus berjalan.
Sebelum pemecatannya, Auvaa tercatat baru membela Saracens dalam satu pertandingan dengan tampil selama 20 menit pada ajang Prem Rugby Cup yang berlangsung bulan September.
Sumber: BBC News







