Dunia

Beralih dari Gas ke Listrik di Gedung Apartemen

Beralih dari Gas ke Listrik di Gedung Apartemen
Daftar Isi
  1. Tantangan Beban Listrik dan Fasilitas Bersama
  2. Contoh Keberhasilan dan Kendala Gedung Tinggi
  3. Perencanaan Jangka Panjang dan Risiko Finansial

Penghuni dan pengelola gedung apartemen di Australia didorong untuk merencanakan peralihan sistem energi dari penggunaan gas ke listrik sedini mungkin. Langkah elektrifikasi ini mampu menekan emisi karbon serta menghemat biaya rumah tangga, meski penerapannya pada hunian vertikal memerlukan koordinasi kompleks antarpenghuni.

Tantangan Beban Listrik dan Fasilitas Bersama

Peralihan dari kompor gas ke kompor induksi pada satu unit apartemen secara mandiri relatif mudah dilakukan. Namun, seperti dilaporkan The Guardian, teknisi dari perusahaan konsultan GHD, Luke Barry, memperingatkan bahwa jika seluruh pemilik unit melakukan hal tersebut secara bersamaan, lonjakan beban listrik dapat membebani papan hubung utama gedung.

Penggantian peralatan gas secara parsial dan pemasangan pengisi daya kendaraan listrik yang tidak terkoordinasi bahkan berisiko memerlukan pembaruan jaringan listrik gedung yang berbiaya mahal. Peningkatan beban tersebut sebenarnya dapat diimbangi dengan instalasi panel surya dan teknologi pembagian daya seperti SolShare, yang meraih penghargaan di Australian Good Design Awards 2026.

Kendala terbesar muncul pada fasilitas bersama gedung, seperti sistem air panas terpusat, pemanas kolam renang, dan sistem pemanas, ventilasi, serta pendingin udara (HVAC) yang bergantung pada ketel gas. Penggantian fasilitas terpusat ini membutuhkan persetujuan dari perhimpunan pemilik gedung atau badan pengelola strata.

Pendiri All Electric Homes, Trent Jones, menjelaskan bahwa elektrifikasi di kompleks apartemen melibatkan pihak ketiga, yaitu pengurus perhimpunan pemilik yang dipilih. Kendati semua pemilik unit merupakan anggota perhimpunan secara otomatis, banyak yang jarang menghadiri pertemuan, sehingga sulit menyepakati perubahan besar.

Contoh Keberhasilan dan Kendala Gedung Tinggi

Meskipun terdapat tantangan koordinasi, elektrifikasi gedung apartemen terbukti memberikan keuntungan finansial yang signifikan. Dalam sebuah studi kasus di Brunswick, Melbourne utara, sebuah blok yang terdiri dari 18 unit apartemen mengganti sistem air panas gas yang rusak dengan rangkaian pompa panas berbasis panel surya.

Proyek yang dikerjakan All Electric Homes tersebut selesai dalam empat hari dan berhasil menghapuskan tagihan gas tahunan gedung sebesar 19.000 dolar Australia. Nilai investasi tersebut dilaporkan telah balik modal dalam waktu kurang dari dua tahun.

Akan tetapi, proses elektrifikasi pada gedung apartemen yang lebih besar menghadapi kesulitan teknis yang lebih rumit. Mengganti ketel gas pada sistem HVAC dengan pompa panas tergolong sulit karena ketel gas membutuhkan suhu operasional yang jauh lebih tinggi. Selain itu, ketersediaan ruang di atap gedung bertingkat tinggi sering kali terbatas untuk menampung unit pompa panas dalam jumlah banyak.

Saat ini, Barry sedang memimpin program dari Pemerintah Kota Melbourne untuk menguji kelayakan elektrifikasi pada 13 gedung apartemen berlantai menengah hingga tinggi, dengan harapan dapat menemukan formula baru bagi peremajaan gedung lama.

Perencanaan Jangka Panjang dan Risiko Finansial

Selain kendala teknis, tantangan terbesar terletak pada pembentukan kesepakatan antarpenghuni. Direktur Dewan Owners Corporation Network, Dr Janette Corcoran, menyarankan agar elektrifikasi tidak melulu dikampanyekan sebagai inisiatif lingkungan, guna menghindari polarisasi pendapat di antara warga gedung.

Corcoran merekomendasikan pengelola gedung untuk memperlakukan penggantian peralatan gas sebagai bagian dari pemeliharaan rutin properti jangka panjang, setara dengan perbaikan fasad atau pembaruan lift. Dengan perencanaan bertahap hingga kurun waktu sepuluh tahun, pengelola dapat mengumpulkan dana pemeliharaan secara perlahan tanpa membebankan iuran khusus yang mendadak kepada para pemilik unit.

Sebagai langkah awal, penghuni disarankan melakukan audit energi secara menyeluruh untuk memetakan konsumsi, sumber, dan waktu penggunaan energi gedung. Langkah antisipasi ini dinilai krusial mengingat Australia menargetkan emisi nol bersih pada 2050, yang mengharuskan seluruh sektor perumahan terlepas dari penggunaan gas dalam dua setengah dekade ke depan.

Penghuni yang tetap bertahan menggunakan jaringan gas di masa mendatang berisiko menanggung lonjakan tagihan yang semakin mahal seiring berkurangnya jumlah pengguna gas. Kondisi tersebut dapat membuat aset apartemen yang masih bergantung pada gas kehilangan nilai ekonomisnya pada dekade 2030-an dan 2040-an.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *