Ekonomi

India Pertimbangkan Pangkas Pajak Investor Asing

India Pertimbangkan Pangkas Pajak Investor Asing
Daftar Isi
  1. Desakan Penghapusan Pajak Investor Asing
  2. Tantangan Imbal Hasil dan Risiko Geopolitik
  3. Akuisisi Perbankan dan Pembelian Chip AI

Pemerintah India sedang mempertimbangkan penghapusan atau peninjauan kembali pajak atas keuntungan modal jangka panjang (LTCG) bagi investor portofolio asing. Langkah ini diambil di tengah lonjakan rekor penarikan modal asing yang menyebabkan porsi kepemilikan saham oleh investor asing jatuh ke level terendah sepanjang sejarah sebesar 14 persen.

Desakan Penghapusan Pajak Investor Asing

Regulator pasar modal India telah mendesak pemerintah untuk menghapuskan pajak LTCG bagi investor asing. Asosiasi bisnis tertua di India, PHD Chamber of Commerce and Industry, juga meminta hal serupa dengan mengaitkan bahwa kenaikan tarif pajak pada 2024 dilakukan saat pasar saham berada di tingkat tertinggi. Asosiasi tersebut menilai kebijakan tersebut perlu disesuaikan kembali seiring berubahnya kondisi pasar.

Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengonfirmasi adanya arus keluar modal asing dan menyatakan bakal mempertimbangkan tuntutan evaluasi pajak LTCG tersebut. Berdasarkan laporan riset dari Nomura, porsi kepemilikan asing di saham-saham India telah merosot ke level 14 persen. Investor asing mencatatkan penarikan dana bersih sebesar 18,9 miliar dolar AS pada 2025 dan lebih dari 30 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.

Tantangan Imbal Hasil dan Risiko Geopolitik

Para pengamat menilai pemangkasan pajak dapat menyejajarkan India dengan pasar berkembang lainnya di Asia, namun kebijakan pajak saja belum tentu memicu kembalinya modal asing secara masif. Manajer portofolio Delorean Partners di Singapura, Amit Bhartia, menjelaskan bahwa pengelola dana memprioritaskan prospek imbal hasil dibandingkan sekadar insentif pajak. Sebagai gambaran, investor asing menyuntikkan 570 miliar rupee (sekitar 6 miliar dolar AS) pada September 2024, tetapi menarik kembali 940 miliar rupee pada bulan berikutnya untuk beralih ke saham Tiongkok yang lebih murah, meskipun tarif pajak tidak mengalami perubahan.

Pasar keuangan India saat ini dibayangi sejumlah tekanan, seperti ketegangan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, kenaikan harga energi, depresiasi mata uang rupee, hingga ketidakpastian dampak kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan laporan Nomura, indeks acuan Nifty 50 melorot hampir 9 persen sepanjang tahun ini, menjadikan India sebagai pasar saham dengan kinerja terburuk ketiga di dunia setelah Indonesia dan Turki pada periode Januari hingga Oktober.

Laporan dari pialang global Bernstein menunjukkan bahwa valuasi pasar saham India masih tergolong mahal dengan rasio *price-to-earnings* (P/E) 12 bulan ke depan mencapai 18,6 kali, lebih tinggi dibandingkan Taiwan sebesar 16,8 kali dan Korea Selatan sebesar 3,9 kali. Pertumbuhan laba perusahaan di India diperkirakan hanya mencapai 11 persen, jauh di bawah rata-rata pasar berkembang sebesar 45 persen. Kepala Ekonomi Asia-Pasifik S&P Global Market Intelligence, Hanna Luchnikava-Schorsch, menuturkan kepada CNBC bahwa pemotongan pajak tidak akan otomatis memicu alokasi ulang modal besar-besaran selama pertimbangan fundamental belum berubah.

Akuisisi Perbankan dan Pembelian Chip AI

Selain isu pasar modal, rencana akuisisi IDBI Bank milik negara senilai 5,5 miliar dolar AS oleh perusahaan Kanada, Fairfax Financial Holdings, menghadapi penolakan dari serikat pekerja dan kalangan politisi India. Sementara itu di sektor teknologi, perusahaan infrastruktur AI asal Hyderabad, AM Intelligence, dilaporkan berencana menghimpun dana utang hingga 3 miliar dolar AS melalui pinjaman bank dan obligasi untuk membeli unit pemrosesan grafis (GPU) generasi terbaru Nvidia, Rubin.

Agenda ekonomi India berikutnya mencakup pengumuman data cadangan devisa per 30 Oktober yang dijadwalkan pada 6 November, serta penutupan pasar saham pada 10 November dalam rangka perayaan festival Diwali.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *