Pengadilan di Inggris memperlihatkan rekaman CCTV yang menampilkan seorang anggota kru kereta berusaha menangkis serangan pelaku penusukan menggunakan sebuah wajan. Aksi tersebut terjadi dalam insiden penusukan massal di dalam kereta rel jurusan Doncaster menuju London King’s Cross.
Keberanian Kru Kereta
Jaksa penuntut Christopher Paxton KC menyatakan bahwa kru kereta bernama Samir Zitouni menunjukkan keberanian luar biasa saat berupaya menyelamatkan nyawa serta membela penumpang lain. Persidangan di Cambridge Crown Court memperlihatkan rekaman saat Zitouni menggunakan wajan untuk melawan terdakwa Anthony Williams sebelum kereta berhenti darurat di Huntingdon, Cambridgeshire, pada 1 November 2025.
Terdakwa Anthony Williams, 33, asal Langford Road, Peterborough, menyangkal 10 dakwaan percobaan pembunuhan terhadap orang-orang di dalam kereta, tiga korban di Peterborough pada hari sebelumnya, serta seorang anak laki-laki di stasiun kereta London. Pihak pengadilan mendengarkan keterangan bahwa tindakan penyerangan oleh Williams tidak disenggarakan untuk diperdebatkan, melainkan para juri harus mempertimbangkan apakah ia memiliki niat untuk membunuh para korban.
Memasuki hari kedua persidangan, Paxton menyebut serangan terhadap Zitouni berlangsung secara brutal dan terus-menerus. Zitouni dilaporkan sempat mengatakan kepada terdakwa bahwa mereka mencintainya dan bisa memberikan pertolongan.
Rekaman kamera pengawas lainnya juga memperlihatkan para penumpang berlarian menyelamatkan diri dari dalam kereta. Zitouni, dengan kondisi mengenakan pakaian bernoda darah, terlihat sebagai salah satu orang terakhir yang keluar dari rangkaian kereta dan sempat terjatuh di celah antara kereta dan peron.
Akibat kejadian itu, kedua paru-paru Zitouni mengalami luka tusuk dan ia membutuhkan empat kali transfusi darah, pemasangan selang dada, serta bantuan alat pernapasan ventilator. Paxton sebelumnya menjelaskan bahwa seorang penumpang bernama Raza Aslam sempat memegang wajan namun tangannya ditusuk oleh Williams.
Zitouni kemudian mulai melemparkan berbagai benda ke arah terdakwa demi menyelamatkan nyawa Aslam. Para juri juga mendengarkan keterangan bahwa Aslam menyampaikan kepada pihak kepolisian bahwa terdakwa tampak menikmati perbuatannya dengan ekspresi wajah penuh kepuasan.
Kesaksian Korban Lainnya
Persidangan mengungkap pula adanya perkelahian jarak dekat di dalam gerbong kereta. Penumpang Sachin Balakrishnan mengalami luka tusuk di bagian lengan bawah dan dada yang mengakibatkan paru-parunya bocor serta berada hanya beberapa sentimeter dari jantungnya.
Juri mendengarkan rekaman panggilan darurat 999 yang dilakukan oleh Stephen Crean dari dalam toilet kereta yang terkunci. Kepada operator, Crean melaporkan bahwa dirinya telah ditusuk di berbagai bagian tubuh dan bersimbah darah.
Menanggapi rekaman CCTV yang diputar, Paxton mengungkapkan kepanikan dan ketakutan yang terlihat jelas di wajah para pelarian. Di tengah badai kekerasan tersebut, sejumlah orang tetap berani membantu sesama dan melawan serangan membabi buta dari terdakwa.
Para juri turut mendengarkan kisah Scott Green yang bepergian bersama anjing peliharaannya bernama Poppy. Menurut Paxton, Green sempat mengira nyawanya akan melayang ketika terdakwa mencoba menusuknya untuk ketiga kalinya, namun kehadiran anjing Poppy justru membuat terdakwa lari ketakutan. Pengadilan juga mencatat bahwa terdakwa sebelumnya pernah digigit anjing dalam insiden yang tidak berkaitan.
Dalam bukti hari Kamis, pengadilan juga menerima laporan mengenai penyerangan terhadap David Presland, 73, yang ditusuk dari arah belakang saat berada dalam posisi merangkak. Presland menyatakan dirinya ditolong oleh seseorang yang ia kenal bernama Kevin, yang diyakini sebagai Kevin Deely, salah satu korban percobaan pembunuhan oleh Williams.
Paxton memaparkan kepada pengadilan bahwa seluruh rangkaian peristiwa tersebut berlangsung hanya dalam waktu sekitar lima menit. Dalam kurun waktu singkat itu, sebanyak sepuluh pria menjadi korban penusukan oleh satu orang terdakwa yakni Williams.
Williams didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap Aslam, Balakrishnan, Crean, Deely, Green, Presland, dan Zitouni di atas kereta antara Peterborough dan Huntingdon pada Sabtu malam, serta Scott Bletcher, Jonathan Gjoshe, dan Michael Paffett. Ia juga menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan terhadap seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan Dawid Taborski di jembatan penyeberangan dekat Henry Penn Walk di Peterborough pada 31 Oktober, serta William Ogelby di area parkir Railworld di kota yang sama tidak lama berselang.
Persidangan kasus ini masih terus berlanjut.
Sumber: BBC News






