Daftar Isi
Aktor panggung dan layar lebar terkemuka asal Inggris, Sir Patrick Stewart, meninggal dunia pada usia 86 tahun. Mendiang dikenal berkat kemampuannya menyeimbangkan karier Hollywood sebagai bintang sains fiksi dengan rekam jejak yang gemilang di dunia teater klasik Shakespeare. Penghormatan atas kepergiannya dipimpin oleh sahabat dekatnya, Sir Ian McKellen.
Masa Kecil dan Awal Karier Panggung
Lahir di Mirfield, Yorkshire, pada 13 Juli 1940, Patrick Hewes Stewart merupakan putra dari Gladys, seorang pekerja tekstil yang aktif di teater amatir, dan Alfred, seorang mantan sersan mayor yang mengalami gangguan kesehatan mental setelah peristiwa evakuasi Dunkirk. Stewart menemukan kenyamanan di dunia drama sekolah untuk melepaskan diri dari gejolak di rumahnya.
Ia meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun dan sempat bekerja sebagai wartawan serta penulis obituari di Dewsbury Reporter. Ketika diminta memilih antara jurnalistik dan seni peran oleh editornya, Stewart memilih keluar dan membawa mesin tiknya. Pada usia 18 tahun, ia mengalami kerontokan rambut total. Meski sempat khawatir hal tersebut memengaruhi kariernya, ia meraih beasiswa di Bristol Old Vic dan kemudian bergabung dengan Royal Shakespeare Company (RSC).
Debut televisinya dimulai pada 1967 melalui serial Coronation Street, disusul debut Broadway pada 1970 dalam pementasan A Midsummer Night’s Dream. Selama dua dekade berikutnya, ia tampil dalam sejumlah drama televisi seperti The Fall of Eagles (1974), I, Claudius, dan Tinker, Tailor, Soldier, Spy, serta peran pendukung di film Dune dan Excalibur.
Ikon Star Trek dan X-Men
Puncak karier internasionalnya dimulai ketika produser Robert L. Justman memilihnya untuk memerankan Kapten Jean-Luc Picard dalam peremajaan waralaba Star Trek: The Next Generation. Meski sempat diingatkan oleh Ian McKellen agar tidak mengorbankan karier teaternya, Stewart menandatangani kontrak enam tahun dengan perkiraan awal bahwa acara tersebut tidak akan bertahan lama.
Serial tersebut meraih kesuksesan besar dan melambungkan nama Stewart. Selain membintangi serial televisi, ia memerankan Picard dalam empat film fitur Star Trek. Kepopulerannya di Hollywood semakin kukuh saat ia mengambil peran sebagai Profesor Charles Xavier, seorang tokoh telepatis berkursi roda, dalam waralaba film X-Men bersama Ian McKellen yang berperan sebagai Magneto.
Prestasi Teater dan Aktivisme Sosial
Di tengah kesuksesannya di layar kaca dan layar lebar, Stewart tidak pernah meninggalkan teater. Ia membawakan pertunjukan tunggal A Christmas Carol di Broadway dengan memainkan 40 karakter sekaligus, tampil sebagai Prospero dalam The Tempest (1995), serta memerankan Macbeth pada 2007 yang menuai pujian luas dari kritikus teater. Atas pengabdiannya pada dunia seni peran, ia dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II pada 2010.
Di luar dunia akting, Stewart merupakan aktivis politik yang mendukung Partai Buruh dan gencar mengampanyekan penolakan terhadap kekerasan dalam rumah tangga. Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan penyanyi-penulis lagu Sunny Ozell pada 2013 di Nevada, dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Ian McKellen.
Sebelum wafatnya, proyek mendatang yang melibatkan Patrick Stewart mencakup penampilan terakhirnya sebagai Profesor Charles Xavier dalam film Marvel Avengers: Doomsday yang dijadwalkan rilis pada musim Natal mendatang.
Sumber: BBC News







