Sport

Liga Skotlandia Siap Hapus Larangan Siaran TV Pukul 3 Sore

Liga Skotlandia Siap Hapus Larangan Siaran TV Pukul 3 Sore
Daftar Isi
  1. Fleksibilitas Tender dan Regulasi UEFA
  2. Dilema Tradisi Menonton dan Potensi Pendapatan
  3. Mekanisme Persetujuan Klub Skotlandia

Otoritas sepak bola Skotlandia mulai mengambil langkah awal untuk menghapus aturan larangan siaran langsung televisi pada Sabtu pukul 15.00 atau 3pm blackout. Langkah tersebut dijajaki melalui penawaran tender hak siar kompetisi untuk siklus berikutnya yang mulai berlaku pada musim 2029-2030.

Fleksibilitas Tender dan Regulasi UEFA

Scottish Professional Football League (SPFL) menyatakan bersikap fleksibel mengenai jumlah pertandingan yang akan dimasukkan ke dalam kesepakatan baru. Seperti dilaporkan BBC Sport, fleksibilitas ini membuka peluang bagi stasiun televisi untuk mengajukan tawaran penayangan seluruh pertandingan secara langsung, termasuk laga-laga pada Sabtu sore.

Tender yang dibuka SPFL dirancang dengan keleluasaan penuh, asalkan pihak penyiar tidak berupaya memberlakukan Pasal 48 Statuta UEFA. Regulasi UEFA tersebut memperbolehkan operator liga menentukan jendela waktu tertentu yang melarang siaran langsung sepak bola. Kendati demikian, aturan ini hanya dapat diterapkan apabila setidaknya 50 persen pertandingan di dua divisi teratas suatu negara berlangsung pada waktu yang bersamaan.

Dilema Tradisi Menonton dan Potensi Pendapatan

Pembatasan siaran televisi saat ini hanya bertahan di Britania Raya pada rentang waktu pukul 14.45 hingga 17.15 setiap Sabtu. Di belahan Eropa lainnya, jadwal sepak mula umumnya diatur bergantian sehingga divisi teratas tidak bertanding bersamaan dan aturan pemadaman siaran tidak bisa diterapkan. Di Britania Raya, sepak mula pukul 15.00 tetap dipertahankan demi menjaga tingkat kehadiran penonton di stadion, khususnya bagi tim-tim di kasta bawah.

Namun, popularitas layanan video daring memicu kritik bahwa aturan tersebut menghalangi upaya klub memaksimalkan potensi pendapatan digital, terutama tim strata bawah yang dilarang menayangkan laga mereka secara daring. Divisi teratas Wales, Cymru Premier, telah lebih dulu menghapus aturan blackout pada musim panas lalu demi beralih ke model penyiaran penuh lewat internet.

Di Inggris, Chief Executive Premier League Richard Masters sempat mengisyaratkan arah kebijakan serupa pada Agustus lalu. Meski begitu, pembahasan keputusannya masih berjarak sekitar 18 bulan ke depan serta harus melalui konsultasi bersama English Football League (EFL) dan Football Association (FA). Momentum tender hak siar mendatang dinilai membuka peluang bagi seluruh liga untuk menyamakan pandangan, mengingat kontrak siaran Premier League, EFL, dan SPFL sama-sama berakhir pada musim 2028-2029.

Mekanisme Persetujuan Klub Skotlandia

Berdasarkan kesepakatan yang berjalan saat ini, Sky Sports memiliki hak menayangkan hingga 60 pertandingan Scottish Premiership per musim, sementara Premier Sports menyiarkan maksimal 22 laga. Dari total 228 laga di kasta teratas sepak bola Skotlandia, hanya 36 persen yang disiarkan secara langsung.

Setiap penawaran hak siar yang masuk nantinya diserahkan kepada 12 klub anggota Scottish Premiership untuk diputuskan. Kesepakatan baru membutuhkan persetujuan dari minimal delapan klub, yang mana para peserta memiliki opsi menolak tawaran siaran langsung jika melibatkan laga Sabtu pukul 15.00.

Pencabutan aturan pemadaman siaran di Skotlandia tidak serta-merta membuat kompetisi di Inggris maupun Irlandia Utara harus mengikuti langkah yang sama.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *