Kehadiran tim pabrikan Amerika Serikat di ajang Formula 1 yang sempat dinanti-nantikan kini menghadapi ketidakpastian. Miliarder Mark Walter dikabarkan tengah berupaya menjual Cadillac F1 Team hanya setelah satu musim berjalan, di tengah tekanan penyelidikan federal terkait dugaan praktik transaksi internal di perusahaannya.
Negosiasi Penjualan dan Masalah Keuangan
Menurut laporan Jalopnik, TWG Group milik Walter saat ini sedang dalam tahap negosiasi untuk menjual sebagian besar saham tim dengan valuasi mencapai 3 miliar dolar AS. Langkah ini diambil di tengah pengawasan ketat dari Departemen Kehakiman dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Investigasi tersebut menyoroti bagaimana perusahaan asuransi milik TWG memberikan pinjaman miliaran dolar kepada berbagai entitas bisnis lain milik Walter.
Sebuah tinjauan internal mengungkapkan adanya pinjaman senilai 20 miliar dolar AS yang tidak dilaporkan kepada regulator keuangan. Diduga, dana tersebut harus segera dikembalikan oleh Walter. Sebagai bagian dari upaya likuidasi aset, Walter sebelumnya telah menjual kepemilikan tim NBA, Los Angeles Lakers, kepada Thrive Capital milik Josh Kushner senilai 12,5 miliar dolar AS pada Agustus lalu.
Kinerja Tim dan Calon Pembeli Baru
Meskipun TWG sempat membantah rencana penjualan Cadillac F1, Fenway Sports Group (FSG) kini muncul sebagai kandidat utama pembeli. FSG, yang saat ini memiliki Boston Red Sox, Liverpool F.C., dan RFK Racing di ajang NASCAR, dinilai sebagai pihak yang paling logis untuk mengambil alih tim. Kehadiran FSG diharapkan dapat menjaga stabilitas tim sementara General Motors terus mengembangkan program mesin Formula 1 mereka sendiri.
Perjalanan Cadillac F1 di musim debutnya memang penuh tantangan. Hingga saat ini, tim tersebut belum berhasil mencetak satu poin pun dalam kejuaraan. Selain masalah performa, tim juga mengalami pergantian kepemimpinan setelah kepala tim Graeme Lowdon diganti pada Agustus lalu. Selain itu, pembalap harapan Amerika, Colton Herta, hingga kini belum mendapatkan Super License, salah satunya disebabkan oleh kesalahan pelaporan hasil balapan masa lalu Herta kepada FIA oleh pihak tim.
TWG Group sendiri sebelumnya telah mengeluarkan dana lebih dari 1 miliar dolar AS untuk membangun Cadillac F1 Team sebelum debut mereka di Australia awal tahun ini, di mana hampir separuh dari jumlah tersebut dialokasikan untuk biaya anti-dilusi.








