Dunia

Iran Dorong Percepatan Gencatan Senjata dengan AS

Iran Dorong Percepatan Gencatan Senjata dengan AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan adanya kemajuan menuju kesepakatan dengan Iran, seiring langkah Tehran mempercepat pengajuan proposal gencatan senjata. Pemerintah Iran mendorong agar rencana perdamaian tersebut dapat direalisasikan dalam kurun dua hari.

Sinyal Positif dari Washington

Sinyal kemajuan tersebut disampaikan Donald Trump saat berbicara di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Washington, DC, pada Senin. Trump menilai pembahasan kedua pihak berjalan sangat baik dan mengaitkan penurunan harga minyak dunia dengan kabar perkembangan perundingan tersebut.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Iran ingin segera mencapai penyelesaian konflik. Ia juga mengklaim penurunan harga minyak hingga mendekati 10 dolar AS per barel terjadi karena pasar mengantisipasi berakhirnya perang dalam waktu dekat.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengonfirmasi bahwa Washington telah menggelar sejumlah pembicaraan intensif dengan pihak Iran. Saat berbicara kepada wartawan di Joint Base Andrews, Vance menyatakan optimismenya meski menegaskan belum ada tenggat waktu pasti yang ditetapkan untuk mencapai kesepakatan.

Vance menjelaskan bahwa AS tetap membuka opsi militer maupun nonmiliter. Menurutnya, setiap perjanjian yang disepakati membutuhkan komitmen tegas dan terverifikasi dari Iran untuk tidak membangun kembali program nuklirnya.

Meski menunjukkan optimisme, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan setelah pemilu sela AS pada 3 November. Dalam wawancaranya dengan Right Side Broadcasting Network pada Minggu, Trump menyatakan perang akan segera berakhir, baik melalui jalur kesepakatan maupun tindakan tegas dari AS.

Percepatan Rencana Tujuh Langkah Iran

Dari pihak Tehran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menjelaskan bahwa proposal tujuh langkah Iran kini dapat diimplementasikan dalam waktu dua hari, lebih cepat dari tenggat awal selama satu minggu. Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat dan pengaktifan kembali negosiasi program nuklir.

Baghaei menegaskan pemulihan keamanan di Selat Hormuz dan proses negosiasi bergantung pada kesiapan pihak Amerika Serikat dalam menanggapi tuntutan Iran. Kantor berita resmi IRNA melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah untuk mempercepat pembahasan guna mengakhiri konflik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kesiapan negaranya menghadapi jalur diplomasi maupun konfrontasi militer. Pembicaraan tidak langsung antara kedua negara saat ini difasilitasi oleh Qatar dan Pakistan.

Araghchi menyampaikan kepada IRNA di Ashgabat, Turkmenistan, bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka jika syarat-syarat Iran dipenuhi. Persyaratan tersebut meliputi pencabutan blokade laut di pelabuhan Iran oleh AS, penghapusan sanksi, jaminan penghentian serangan, serta gencatan senjata menyeluruh di kawasan, khususnya di Lebanon.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *