Pemain muda Barcelona Lamine Yamal bertekad mencatatkan sejarah baru dalam dunia sepak bola dengan mengincar penghargaan individual paling bergengsi, Ballon d’Or. Jika berhasil meraihnya, pemain berusia 19 tahun tersebut akan mencetak rekor sebagai pemenang termuda sepanjang sejarah penghargaan tersebut.
Pencapaian Gemilang Bersama Klub dan Tim Nasional
Yamal menikmati musim 2025-2026 yang luar biasa setelah menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 bersama tim nasional Spanyol tak lama setelah ia menginjak usia 19 tahun. Kesuksesan di Amerika Utara tersebut melengkapi keberhasilannya menjuarai La Liga bersama Barcelona.
Meskipun sempat terkendala cedera saat debut Piala Dunia dengan catatan satu gol dan satu assist, Yamal tampil cemerlang di level klub. Ia mencatatkan 22 gol dan 15 assist dari 38 penampilan di liga untuk membantu Barcelona mempertahankan gelar juara, serta turut mempersembahkan trofi Piala Super Spanyol bagi klub Catalan tersebut.
Persaingan Ketat dengan Mbappe dan Kane
Berkat raihan gelar ganda tingkat dunia dan domestik, Yamal dijagokan oleh rumah taruhan sebagai salah satu dari tiga kandidat utama peraih Ballon d’Or, bersanding dengan penyerang Bayern Munich Harry Kane dan bintang Real Madrid Kylian Mbappe. Dalam wawancara dengan Movistar Plus yang dilaporkan oleh Al Jazeera, Yamal secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa ia dan Mbappe adalah dua pemain terbaik dunia saat ini dan dirinya pantas menang karena gelar yang telah diraihnya.
Pelatih Barcelona Hansi Flick menyatakan bahwa meskipun ia lebih memilih Yamal tidak melontarkan pernyataan tersebut, ia memahami tingginya tingkat kepercayaan diri sang pemain yang memang berambisi merebut Ballon d’Or. Yamal sendiri sebelumnya finis sebagai runner-up di bawah Ousmane Dembele dari PSG pada ajang Ballon d’Or 2025.
Meskipun Yamal unggul dalam perolehan trofi, statistik individu Mbappe jauh lebih tajam dengan total 58 gol dan 13 assist, termasuk menjadi pencetak gol terbanyak La Liga dan Liga Champions, meraih Sepatu Emas Piala Dunia, serta memecahkan rekor sepanjang masa dengan 22 gol. Di sisi lain, Harry Kane tampil luar biasa lewat torehan 73 gol pada musim lalu, yang menjadi rekor terbaik sejak Lionel Messi mencetak 82 gol pada musim 2011-2012.
Menanggapi catatan gol para pesaingnya, Yamal berpendapat bahwa jumlah gol semata tidak boleh menjadi kriteria utama penghargaan tersebut. Ballon d’Or seharusnya diberikan kepada pemain terbaik di dunia, bukan kepada pemain yang mencetak puluhan gol karena sudah ada penghargaan tersendiri bagi pencetak gol terbanyak.
Penentuan pemenang Ballon d’Or kini berada di tangan juri yang terdiri dari para jurnalis dari 100 negara. Yamal berpeluang melewati rekor legenda Brasil Ronaldo Nazario yang meraihnya pada usia 21 tahun pada 1997, setelah sebelumnya dua kali menyabet Trofi Kopa untuk kategori talenta muda terbaik.






