Kesehatan

Warga Inggris Positif Ebola di Kongo Dipulangkan

Warga Inggris Positif Ebola di Kongo Dipulangkan
Daftar Isi
  1. Penanganan dan Risiko di Inggris
  2. Perkembangan Wabah Ebola
  3. Upaya Vaksinasi dan Penanganan

Seorang warga negara Inggris yang dinyatakan positif terinfeksi virus Ebola di Republik Demokratik Kongo akan segera diterbangkan kembali ke Inggris. Kasus ini menandai warga Inggris pertama yang tertular Ebola dalam wabah terbaru di wilayah tersebut yang telah menyebabkan lebih dari 5.000 kematian.

Penanganan dan Risiko di Inggris

Juru bicara pemerintah Inggris menyatakan bahwa prosedur penanganan kasus semacam ini sudah mapan dan telah diaktifkan, sementara risiko terhadap masyarakat luas dinilai tetap rendah. Menurut laporan kantor berita Reuters yang mengutip dokumen internal, pasien yang terinfeksi tersebut merupakan seorang tenaga kesehatan.

Kasus impor Ebola di Inggris sangat jarang terjadi dan sejauh ini belum pernah menimbulkan korban jiwa. Sejarah mencatat hanya ada empat kasus konfirmasi di Inggris, yang terdiri dari satu insiden laboratorium pada tahun 1976 serta tiga kasus melibatkan petugas kesehatan yang menangani wabah di Afrika Barat antara tahun 2014 dan 2015.

Perkembangan Wabah Ebola

Wabah terbaru di Republik Demokratik Kongo yang bermula pada bulan Mei telah mencatatkan lebih dari 10.000 kasus konfirmasi. Wabah ini berkembang menjadi yang terbesar kedua dalam sejarah infeksi Ebola serta mencatatkan angka kematian tertinggi dalam sejarah negara tersebut, yakni sebesar 48,6 persen pada akhir bulan lalu.

Virus Ebola menular antarmanusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi seperti darah atau muntahan. Wabah yang berpusat di Republik Demokratik Kongo ini dipicu oleh varian virus Bundibugyo.

Upaya Vaksinasi dan Penanganan

Meskipun belum ada vaksin yang disetujui, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan para ahli merekomendasikan penambahan dua kandidat obat baru ke dalam uji klinis yang sedang berjalan. Vaksin tersebut dikembangkan oleh Universitas Oxford bersama Serum Institute of India serta perusahaan Moderna, dan akan dimasukkan ke dalam uji coba setelah memperoleh izin dari otoritas kesehatan Kongo.

Langkah tersebut menjadi uji coba pertama kalinya bagi vaksin yang dirancang khusus untuk melindungi dari virus Bundibugyo selama wabah berlangsung. Selain di Kongo, kasus Ebola selama wabah ini juga telah dikonfirmasi di Kenya, Nigeria, dan Uganda.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *