Setidaknya 34 orang tewas setelah sebuah kapal kecil yang membawa para migran tenggelam di lepas pantai barat laut Senegal, menurut Kantor Pers Senegal. Ribuan orang telah meninggal dunia dalam beberapa tahun terakhir setelah berangkat dari pantai Senegal demi mencapai Kepulauan Canary milik Spanyol melalui rute Atlantik yang berbahaya.
Evakuasi dan Operasi Pencarian
Mulanya, Kementerian Dalam Negeri Senegal menyatakan bahwa hanya satu orang yang berhasil diselamatkan dari insiden karamnya kapal tersebut dan 21 jenazah telah ditemukan. Kementerian menambahkan bahwa jumlah korban tewas tersebut bersifat sementara dan operasi pencarian masih terus berlangsung. Peristiwa nahas itu terjadi di dekat Kebemer, sekitar 180 kilometer di utara ibu kota Dakar.
Pada hari Sabtu, kementerian menegaskan tekad pemerintah untuk memberantas jaringan penyelundupan manusia, khususnya melalui peningkatan kerja sama dengan negara-negara tetangga. Otoritas Senegal menyampaikan bahwa mereka telah mencegat 142 migran di atas kapal serupa yang bertujuan mencapai wilayah Spanyol pada hari Jumat, di mana kapal tersebut mengangkut warga negara dari berbagai wilayah di Afrika Barat.
Situasi Darurat di Kepulauan Canary
Sementara itu, para pejabat di Pulau El Hierro, Kepulauan Canary, mendeklarasikan status darurat pada hari Sabtu menyusul lonjakan signifikan kedatangan kapal migran. Otoritas El Hierro menyebutkan bahwa lebih dari 3.300 orang telah tiba dengan menggunakan sekitar 30 kapal sejak awal bulan ini.
Alpidio Armas selaku kepala dewan regional El Hierro mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam melalui siaran televisi Spanyol terkait lonjakan kedatangan yang tajam tersebut. Menurutnya, kondisi inilah yang mendorong mereka mendeklarasikan status darurat guna menjamin kerangka kerja sama dengan lembaga-lembaga tingkat atas. Armas juga menyebutkan bahwa kondisi di rumah sakit pulau tersebut telah berada pada taraf yang tidak diinginkan, sementara Pulau El Hierro sendiri dihuni oleh sekitar 11.400 penduduk.
Kedatangan migran sempat mencapai rekor tertinggi sebanyak 46.000 orang pada tahun 2024 sebelum akhirnya mengalami penurunan tajam akibat peningkatan pengawasan serta kerja sama dengan berbagai negara di Afrika.








