Daftar Isi
Presiden Nigeria Bola Tinubu secara resmi memulai kampanye untuk masa jabatan keduanya dalam pemilihan umum mendatang. Kampanye tersebut dideklarasikan dalam sebuah unjuk rasa di negara bagian Kaduna, wilayah barat laut Nigeria, pada Sabtu.
Janji Politik dan Persaingan Pemilu
Dalam orasinya, Bola Tinubu menjanjikan kemakmuran, konsistensi, pertumbuhan, pemulihan, dan peluang bagi masyarakat. Ia meminta kembali kepercayaan warga untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Negara dengan populasi terbesar di Benua Afrika ini dijadwalkan menggelar pemilihan presiden berikutnya pada Januari 2027. Pertarungan politik tersebut diprediksi akan berpusat pada isu perekonomian serta persoalan keamanan.
Sejumlah penantang utama yang diperkirakan akan maju melawan Tinubu meliputi mantan Wakil Presiden Atiku Abubakar serta mantan gubernur negara bagian Peter Obi. Pada pemilu presiden tahun 2023, Tinubu keluar sebagai pemenang dengan mengantongi kurang dari 36,6 persen suara sah. Sementara itu, Atiku Abubakar mendulang 29 persen suara dan Peter Obi meraih 25,4 persen suara.
Tantangan Ekonomi dan Krisis Biaya Hidup
Sejak mulai menjabat pada 2023, kebijakan Bola Tinubu untuk menghapus subsidi bahan bakar minyak yang telah berjalan puluhan tahun menuai kemarahan publik dan memicu lonjakan inflasi di Nigeria. Namun, dalam unjuk rasa hari Sabtu, sang petahana menepis berbagai kritik yang dialamatkan kepada kebijakan ekonominya.
Menurut Tinubu, para lawan politiknyalah yang menciptakan kelaparan dan kemiskinan, sementara pemerintahannya saat ini berupaya keras untuk menghilangkannya. Sebelumnya pada bulan ini, pria berusia 74 tahun tersebut mengakui adanya berbagai masalah ekonomi di Nigeria. Melalui pidato Hari Kemerdekaan, ia berargumentasi bahwa reformasi yang dijalankan pemerintahannya tidak menciptakan kelemahan ekonomi, melainkan menghadapinya secara langsung. Sebagai respons, pemerintah Nigeria mengumumkan potensi penerapan batasan harga bahan bakar tak lama setelah itu.
Faktor Keamanan Nasional
Selain berjuang mengatasi krisis biaya hidup, Nigeria terus bergulat dengan ancaman kelompok bersenjata dan penculik. Situasi keamanan semakin memburuk setelah kawanan bersenjata membunuh sedikitnya 20 orang dalam serangan terhadap sebuah desa di kawasan timur laut negara tersebut pada hari Jumat. Di samping itu, negara itu juga masih memerangi pemberontakan jihadis berkepanjangan yang bermula dari pemberontakan Boko Haram pada 2009.







