Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, resmi menunda jadwal peluncuran roket New Glenn hingga Januari 2027. Keputusan ini diambil setelah proses perbaikan infrastruktur di Florida berjalan lebih lambat dari perkiraan semula akibat insiden ledakan pada Mei 2026.
Dampak Ledakan dan Penundaan Jadwal
Insiden ledakan terjadi saat Blue Origin melakukan uji coba panas (hot-test) pada roket New Glenn di landasan peluncuran awal tahun ini. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur perusahaan. Meski CEO Blue Origin sebelumnya sempat menyatakan bahwa perbaikan akan selesai dengan cepat dan peluncuran berikutnya dapat dilakukan sebelum akhir tahun 2026, rencana tersebut kini berubah.
Berdasarkan memo internal dari CEO Dave Limp yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, jadwal peluncuran kini dipastikan mundur hingga awal 2027. Limp menjelaskan bahwa kendala cuaca menjadi faktor utama yang memperlambat proses perbaikan infrastruktur dibandingkan target yang diharapkan sebelumnya.
Progres Perbaikan dan Proyek Masa Depan
Dalam memo tersebut, Limp mengonfirmasi bahwa Menara Akses Kendaraan (Vehicle Access Tower) di landasan peluncuran telah selesai diperbaiki dan disusun kembali. Selain itu, jembatan peluncuran juga telah berhasil dipulihkan. Limp memberikan apresiasi kepada timnya atas dedikasi yang diberikan dalam upaya pemulihan ini.
“Kerja kolektif kalian untuk kembali terbang sungguh luar biasa,” tulis Limp dalam memo tersebut. “Hanya dalam enam bulan, Tim Blue telah mencapai apa yang banyak orang kira akan memakan waktu bertahun-tahun.”
Blue Origin saat ini memiliki sejumlah agenda besar setelah operasional peluncuran kembali diizinkan. Pada September lalu, perusahaan ini memenangkan kontrak dari NASA untuk membangun jaringan telekomunikasi di Mars. Selain itu, roket New Glenn dijadwalkan untuk membawa berbagai peralatan ke luar angkasa guna mendukung layanan pita lebar satelit LEO milik Amazon.








