Mercedes-Benz dikabarkan menunda rencana produksi SUV populer GLC di Amerika Serikat hingga Mei 2030, jauh dari perkiraan awal yang sempat menunjukkan perakitan bisa dimulai pada akhir 2027. Produsen otomotif asal Jerman tersebut sebelumnya mengonfirmasi pada awal tahun ini bahwa mereka akan memproduksi GLC secara lokal untuk menghindari tarif impor.
Dampak Penundaan dan Tarif Impor
Menurut laporan Auto News yang bersumber dari narasumber anonim, belum ada alasan resmi yang diberikan terkait penundaan tersebut, seperti dilansir CarScoops. Keputusan ini berpotensi memengaruhi kondisi keuangan perusahaan mengingat tingginya angka penjualan kendaraan tersebut di Amerika Serikat.
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, Mercedes berhasil menjual hampir 54.000 unit GLC di AS, serta lebih dari 71.000 unit secara total pada tahun 2025. Saat ini, SUV tersebut masih diproduksi di Eropa dan dikenakan tarif impor sebesar 15 persen. Salah satu dugaan penyebab mundurnya jadwal produksi lokal adalah laporan bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat berencana memangkas tarif tersebut menjadi 10 persen, yang dapat menghemat jutaan dolar biaya bagi perusahaan.
Investasi Pabrik di Alabama
Mercedes saat ini mengoperasikan fasilitas manufaktur penting di Alabama yang memproduksi model GLE, GLE Coupe, dan GLS. Pabrik tersebut telah memproduksi kendaraan kelima juta miliknya pada tahun ini, dan perusahaan berkomitmen menggelontorkan investasi lebih dari tujuh miliar dolar AS untuk operasi di AS hingga tahun 2030, dengan empat miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk situs Alabama.
Berdasarkan jadwal baru tersebut, generasi saat ini dari GLC kemungkinan besar tidak akan dirakit secara lokal mengingat usianya yang sudah mencapai delapan tahun pada 2030. Oleh karena itu, perakitan di Amerika Utara diprediksi baru akan dimulai pada model generasi berikutnya yang diperkirakan tetap menyediakan pilihan mesin pembakaran internal, hibrida, serta varian bertenaga listrik penuh.








