Dunia

Kapal Terkait Iran Mondar-mandir Dekat Kabel Bawah Laut

Kapal Terkait Iran Mondar-mandir Dekat Kabel Bawah Laut

Sejumlah kapal tanker yang memiliki kaitan dengan Iran terpantau berada di dekat kabel internet bawah laut di Teluk Oman, dekat Selat Hormuz. Pergerakan ini memicu kekhawatiran bahwa pemerintah Iran bersiap menyerang infrastruktur bawah laut tersebut sebagai tanggapan atas potensi serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel.

Pemantauan Pergerakan Kapal

Berdasarkan laporan Financial Times, pergerakan tiga kapal tanker yang masuk dalam daftar sanksi serta satu kapal ikan milik Iran telah dilacak oleh firma intelijen maritim Windward sepanjang bulan Oktober. Saat ini, ada enam kabel aktif yang melintasi kawasan Selat Hormuz untuk menghubungkan kawasan Timur Tengah dengan Eropa, Afrika, serta Asia. Selain itu, terdapat dua kabel tambahan yang segmennya sedang dalam tahap pembangunan di wilayah tersebut.

Empat negara, yaitu Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar, sangat bergantung pada sambungan telekomunikasi bawah laut yang melewati celah Selat Hormuz guna terhubung dengan dunia luar. Tidak hanya itu, negara lain seperti India juga sangat bergantung pada jaringan kabel bawah laut kawasan tersebut karena sepertiga lalu lintas internet India ke arah barat melalui Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Dampak dan Temuan Intelijen

Salah satu kabel yang sedang dibangun adalah kabel 2Africa yang dimiliki oleh sebuah konsorsium teknologi, termasuk perusahaan asal Amerika Serikat, Meta. Koridor kabel tersebut menjadi salah satu jalur utama yang didatangi oleh kapal-kapal berbendera atau terkait Iran yang melambat di lokasi.

Windward memanfaatkan data pelacakan kapal serta citra satelit untuk mengamati kapal-kapal yang memperlambat laju dan berputar-putar di dekat berbagai kabel. Beberapa kapal bahkan memadamkan sistem identifikasi otomatis atau AIS yang berfungsi memancarkan lokasi dan informasi penting lainnya.

Pola pergerakan semacam itu mengindikasikan bahwa kapal-kapal yang terhubung dengan Iran tersebut kemungkinan sedang memetakan rute kabel atau memasang bahan peledak maupun ranjau di atasnya saat transponder dimatikan. Melalui unggahan blog pada 26 Oktober, Windward menyoroti dua kapal tanker bersanksi yang menghabiskan waktu berhari-hari untuk hanyut secara langsung di atas koridor kabel regional tanpa alasan komersial apa pun, serta tidak mengangkut muatan komersial.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *