Sebuah helikopter militer milik pasukan Uni Eropa (EUFOR) mengalami kecelakaan dan jatuh di wilayah Bosnia. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang awak helikopter meninggal dunia.
Evakuasi Korban dan Penanganan Medis
Seperti dilaporkan AFP, Jumat (30/10/2026), juru bicara rumah sakit setempat, Salih Ibrahimbegovic, mengungkapkan bahwa insiden itu merenggut nyawa empat awak, sementara 11 orang lainnya menderita luka-luka. Tiga korban tewas seketika di titik kejadian, sedangkan satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir sesampainya di rumah sakit.
Sebanyak 12 korban luka langsung dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawa satu korban tidak dapat diselamatkan akibat keparahan luka yang dialaminya.
Kronologi dan Investigasi Kecelakaan
Pihak EUFOR mengonfirmasi bahwa armada yang mengalami musibah adalah helikopter berjenis Chinook CH-47. Pesawat tersebut tengah melaksanakan tugas penerbangan rutin ketika insiden terjadi di kawasan Brcko, yang berjarak sekitar 180 kilometer di sebelah utara Sarajevo.
“Akibat kecelakaan ini, sejumlah personel EUFOR kehilangan nyawa, sementara yang lainnya mengalami luka serius,” demikian bunyi keterangan resmi dari pihak EUFOR.
Dokumentasi visual di lokasi kejadian memperlihatkan serpihan badan helikopter berserakan di hamparan rumput datar di wilayah Gorica, dekat Brcko. Dalam pernyataan awal, pihak misi memastikan bahwa insiden ini tidak menimbulkan kerusakan pada properti, infrastruktur, maupun kendaraan warga sipil, serta tidak ada penduduk lokal yang menjadi korban.
Pihak EUFOR saat ini tengah menggelar investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. Mereka berjanji akan merilis keterangan lebih lanjut setelah proses verifikasi selesai dilakukan pada waktu yang tepat.
Misi EUFOR sendiri telah beroperasi di Bosnia sejak tahun 2004 untuk menggantikan pasukan perdamaian NATO yang bertugas usai konflik bersenjata pada kurun waktu 1992-1995. Berdasarkan data resmi, kekuatan pasukan saat ini melibatkan ratusan personel yang berasal dari 24 negara di benua Eropa.
Sumber: News - Detikcom







