Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang meluncur ke arah ibu kota Riyadh. Serangan proyektil tersebut diluncurkan oleh kelompok pemberontak Houthi di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut.
Pencegatan Rudal di Riyadh
Peristiwa pencegatan rudal tersebut dikonfirmasi oleh Juru bicara koalisi, Turki al-Malki. Pertahanan udara Arab Saudi langsung dikerahkan untuk mengatasi ancaman proyektil tersebut.
“Pertahanan udara mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” ujar dia seperti dilaporkan detikcom dari AFP pada Jumat (30/10/2026).
Rentetan Serangan ke Fasilitas Strategis
Sebelum insiden pencegatan ini, kelompok Houthi menyatakan telah menembakkan sejumlah rudal ke arah kilang minyak terbesar di Arab Saudi pada Selasa (27/10). Jaringan kelompok yang mendapat dukungan dari Iran tersebut juga mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap gedung Kementerian Pertahanan Saudi.
Sebagai negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, Arab Saudi kerap menjadi sasaran empuk berbagai serangan sepanjang bulan ini. Target serangan tersebut tidak hanya menyasar fasilitas minyak, tetapi juga menjangkau area sipil termasuk bandara internasional yang terletak di Riyadh.
Dalam pernyataan resmi sebelumnya pada Rabu (28/10), Houthi menyebutkan bahwa serangan hari Selasa (27/10) waktu setempat juga diarahkan ke kilang minyak Ras Tanura yang berada di kawasan pesisir timur Saudi.
Sumber: News - Detikcom







