Daftar Isi
Pejabat tinggi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Tiongkok untuk segera dan sepenuhnya melaksanakan komitmen mereka di bawah kesepakatan dagang tahun 2025. Desakan tersebut mencakup pasokan tanah jarang dan berbagai mineral penting lainnya yang menjadi perhatian Washington.
Pertemuan Virtual Pejabat Tinggi AS dan Tiongkok
Menteri Keuangan AS Scott Bessent bersama Perwakilan Dagang Jamieson Greer mengadakan konferensi video dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng untuk membahas hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral, berdasarkan pernyataan dari kantor Greer.
Greer menegaskan pentingnya langkah nyata dari Tiongkok agar komitmen masa lalu dapat dijalankan secara penuh, terutama yang menyangkut pembelian produk pertanian, logam tanah jarang, dan mineral krusial lainnya.
Para pejabat AS merujuk pada perjanjian yang dicapai oleh dua kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2025. Kesepakatan itu tercipta dalam pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Busan, Korea Selatan, di sela-sela KTT APEC.
Isi Perjanjian Dagang dan Pembatasan
Perjanjian tersebut lahir di tengah gelombang kenaikan tarif timbal balik yang dipicu oleh kebijakan tarif luas Trump yang menargetkan Tiongkok dan negara lainnya. Pakta itu membatasi tarif AS terhadap barang-barang asal Tiongkok pada kisaran 20 persen.
Tiongkok menyetujui pembelian 25 juta metrik ton kedelai AS selama tiga tahun ke depan serta berkomitmen menjaga kelancaran ekspor tanah jarang dengan menangguhkan pembatasan ekspor baru. Mineral tersebut sangat esensial bagi sektor teknologi, sementara pemerintahan Trump sebelumnya sempat mengeluhkan Beijing yang dinilai tidak memenuhi kewajiban pasokan.
Scott Bessent melalui akun media sosial X menyatakan bahwa pemerintahannya bakal terus menjalankan kebijakan yang menguntungkan pekerja, petani, serta dunia usaha AS demi memperkuat keamanan ekonomi dan nasional.
Di sisi lain, kantor berita resmi Xinhua melaporkan bahwa He Lifeng menyampaikan keprihatinan serius atas berbagai pembatasan perdagangan terbaru dari AS yang menyasar negaranya. Meski laporan tersebut tidak merinci kebijakan spesifik yang dimaksud, kedua belah pihak sepakat memperkuat kerja sama dan mengelola perbedaan demi menjaga stabilitas hubungan dagang.
Perpanjangan Pakta dan Rencana Pertemuan
Kesepakatan dagang Busan awalnya hanya berlaku untuk durasi satu tahun, namun Washington dan Beijing memperpanjang pakta tersebut hingga 10 Januari tahun depan saat Trump menjamu Xi Jinping di Gedung Putih pada bulan September.
Kedua pemimpin negara dijadwalkan kembali melakukan pertemuan pada forum APEC di Shenzhen, Tiongkok, yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 November.
Sementara itu, Tiongkok untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang membicarakan rencana penyelenggaraan KTT trilateral historis yang mempertemukan Xi Jinping, Donald Trump, dan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela acara APEC.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait mengenai potensi pertemuan antara tiga kepala negara tersebut.







