Dunia

Arab Saudi Sempat Rilis Peringatan Bahaya di Makkah

Badan pertahanan sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di empat wilayah barat negara tersebut, termasuk Makkah, pada Jumat (23/10). Peringatan itu mendadak dicabut beberapa menit kemudian tanpa ada penjelasan mengenai penyebabnya.

Wilayah yang Masuk dalam Peringatan

Berdasarkan laporan AFP yang dikutip CNN Indonesia pada Sabtu (24/10), peringatan tersebut mencakup Kota Makkah, Jeddah sebagai kota besar di pesisir Laut Merah, kawasan Taif di dekat Makkah, serta kawasan pesisir Yanbu yang merupakan pusat industri minyak.

Melalui peringatan tersebut, badan pertahanan sipil meminta warga untuk segera mencari perlindungan. Instruksi yang disampaikan kepada masyarakat berbunyi, “Segera menuju tempat aman terdekat.”

Selain itu, otoritas setempat kembali mengingatkan masyarakat mengenai larangan hukum untuk membagikan gambar atau informasi terkait upaya penanggulangan rudal dan drone.

Situasi Keamanan dan Konflik Yaman

Peringatan itu dirilis tanpa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai potensi ancaman yang mendasari keputusan tersebut, serta tidak memuat rincian tentang objek atau insiden tertentu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi berulang kali menjadi sasaran serangan dari kelompok Houthi di Yaman yang mendapat dukungan dari Iran. Situasi ini terjadi di tengah kembali berkobarnya perang saudara di Yaman.

Kelompok Houthi terlibat pertempuran melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi. Dalam berbagai aksinya, kelompok tersebut kerap menargetkan fasilitas infrastruktur minyak serta bandara di wilayah Arab Saudi.

Sebuah serangan terhadap bandara Riyadh pada awal bulan ini dilaporkan menewaskan 13 orang serta melukai puluhan korban lainnya.

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mulai melakukan intervensi dalam konflik Yaman sejak 2015. Perang tersebut telah menghancurkan sebagian besar wilayah Yaman dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Konflik bersenjata tersebut sempat mereda setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada 2022. Namun, pertempuran kembali berkobar pada Juli ketika konflik yang lebih luas turut mengguncang kawasan Timur Tengah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *