Pabrikan kendaraan mewah BMW mengoperasikan dua laboratorium khusus yang didedikasikan untuk memastikan interior mobil baru mereka memiliki aroma yang tepat. Fasilitas yang dikenal sebagai laboratorium bau atau odor laboratory ini berlokasi di Munich, Jerman, sejak tahun 1999, serta fasilitas kedua yang dibuka di Shenyang, China, pada tahun 2014.
Tugas Tim Pencium Aroma BMW
Staf BMW yang bekerja di laboratorium khusus ini dikenal sebagai tim pencium aroma atau nose team, yang bertugas mencium berbagai material seperti plastik, kulit, kain, dan bahan perekat interior guna menekan bau tidak sedap. Setiap komponen interior baru harus melewati proses validasi tiga tahap, yang mencakup pengujian material dasar, pengujian komponen individu seperti dasbor dan kursi, hingga penilaian akhir pada seluruh bagian mobil yang telah dirakit. Pada tahap awal, berbagai komponen dimasukkan ke dalam ruang emisi dan iklim dengan suhu tinggi untuk mensimulasikan kondisi kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari musim panas.
Keputusan dari tim pencium aroma ini di antaranya adalah penggunaan gril speaker dari bahan baja untuk menggantikan plastik yang dianggap lebih berbau. Selain itu, protein yang berasal dari hewan dihindari karena kulit alami cenderung memunculkan aroma kurang sedap seiring bertambahnya usia kendaraan. Aroma khas mobil baru BMW murni dihasilkan dari percampuran seluruh material di dalam kabin tanpa menggunakan parfum buatan atau trik tertentu.
Fokus pada Kesehatan Udara Kabin
Aroma khas mobil baru yang tercium saat keluar dari diler sebenarnya merupakan campuran senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) yang dilepaskan oleh material kabin. Berdasarkan studi tahun 2023 oleh peneliti dari Harvard dan Beijing Institute of Technology, beberapa senyawa yang memicu aroma mobil baru tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, seperti formaldehida dan asetaldehida, temuan yang juga sejalan dengan penelitian UC Riverside pada tahun 2021.
Laboratorium bau BMW memperhatikan faktor kesehatan dari emisi interior dengan memilih material baru berupa mikrofiber yang diklaim dapat meminimalkan kadar VOC, aldehida, dan zat pengabur. Menurut manajer kualitas udara interior dan emisi evaporatif Andreas Wehrmeier, perusahaan telah menjalankan pengujian emisi dan material kabin selama lebih dari 25 tahun.
“Kami melakukan pekerjaan ini dengan emisi di dalam mobil dan material selama lebih dari 25 tahun,” ujar Andreas Wehrmeier seperti dilaporkan Jalopnik. “Jadi kami mengambil peran kepemimpinan dan dengan senang hati membagikan pengetahuan kami kepada orang lain untuk memajukan semua orang sehingga setiap mobil di dunia aman, dan bukan hanya BMW.”








