Daftar Isi
Pemimpin mahasiswa India, Neha Bora, menyatakan tidak akan menandatangani surat jaminan damai yang dikeluarkan pihak kepolisian. Penolakan tersebut disuarakan di tengah berbagai peristiwa penting di India, termasuk bentrokan mahasiswa di universitas, ledakan pabrik petasan, dan ketegangan perbatasan.
Penolakan Surat Damai dan Unjuk Rasa Pemilu
Neha Bora, aktivis dari All India Students’ Association (AISA) yang menggunakan kata ganti *they/them*, menegaskan bahwa bukti yang diajukan kepolisian tidak akurat secara faktual. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Pengadilan Tinggi Delhi menolak permohonan mereka untuk menentang pemberitahuan polisi yang memerintahkan eksekusi surat jaminan pribadi senilai Rp10.000 (94,39 euro) beserta penjamin untuk menjaga perdamaian.
AISA bersama Cockroach Janta Party (CJP) serta berbagai organisasi lainnya menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum Gyanesh Kumar. Tuntutan itu mencuat menyusul investigasi surat kabar yang menduga adanya ketidakwajaran selama revisi daftar pemilih berskala besar yang menghapus lebih dari 130 juta nama dari draf daftar pemilih nasional.
Bora menulis dalam kolom surat kabar *Indian Express* bahwa kekhawatiran utama mereka adalah hilangnya hak paling fundamental warga negara untuk memilih. Bora menambahkan bahwa AISA tidak pernah menyerukan protes di Central Park yang dijadikan alasan penerbitan surat jaminan tersebut, serta mempertanyakan apakah demonstrasi damai terhadap dugaan penghapusan pemilih di bawah latihan Special Intensive Revision (SIR) dapat dikategorikan sebagai pelanggaran perdamaian.
Universitas Jamia Millia Islamia Terapkan Kelas Online
Universitas Jamia Millia Islamia di Delhi mengalihkan seluruh kegiatan perkuliahan secara daring dengan efek langsung setelah pengunjuk rasa mahasiswa yang menuntut pemulihan pemilu serikat kampus terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Pihak universitas menyatakan langkah tersebut diambil guna menjamin keselamatan para mahasiswa, sementara pihak administrasi mengarahkan para pengajar untuk menyediakan dukungan akademik dan materi pembelajaran hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Aksi protes yang bermula sejak 12 Oktober itu menuntut pengaktifan kembali Jamia Millia Islamia Students’ Union yang dibubarkan pada tahun 2006 menyusul kerusuhan kampus dan gangguan akademik. Ketegangan memuncak ketika petugas keamanan berupaya menyingkirkan tenda-tenda pengunjuk rasa, yang berujung pada aksi saling dorong.
Ledakan Maut dan Kerusuhan Proyek Pembangkit Listrik
Lima orang dilaporkan tewas pada hari Sabtu ketika bahan peledak meledak di luar prosedur saat pengerjaan pelebaran jalan di negara bagian Andhra Pradesh, seperti dilaporkan *Hindustan Times* mengutip pihak kepolisian. Ledakan terjadi di Desa Pinakota, Distrik Alluri Sitharama Raju, ketika peledakan batu dilakukan untuk ekspansi jalan dan turut menghancurkan dua kendaraan. Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Vangalapudi Anitha menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menginstruksikan jajaran pejabat untuk memastikan perawatan medis bagi yang terluka.
Sementara itu, sebuah kantor polisi dibakar dan tujuh kendaraan polisi dibakar oleh massa yang marah pada hari Jumat di Pasighat, negara bagian Arunachal Pradesh, menurut surat kabar *Arunachal Times*. Kerusuhan pecah setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah para pemuda yang memprotes usulan Proyek Multiguna Siang Atas (SUMP) berkapasitas 11.000 megawatt, yang juga menyebabkan seorang jurnalis mengalami luka-luka.
Di negara bagian Bihar, tiga anak termasuk di antara lima korban tewas pada hari Jumat akibat serangkaian ledakan yang menghancurkan sebuah bengkel petasan rumahan. Pemilik bengkel bersama empat kerabatnya tewas dalam insiden di Distrik Siwan tersebut, sementara para saksi mata menyebutkan potongan tubuh korban berserakan di lokasi kejadian.
Lonjakan IPO Jio Platforms dan Isu Perbatasan India-China
Penawaran umum perdana (IPO) Jio Platforms mencatatkan rekor permintaan hingga melampaui 77 miliar dolar AS pada hari Jumat, menjadikannya penawaran saham dengan langganan terbanyak di India. Unit telekomunikasi dan digital Reliance Industries milik miliarder Mukesh Ambani ini menarik lebih dari 13,8 juta aplikasi dengan nilai valuasi mencapai 108,3 miliar dolar AS, dan sahamnya dijadwalkan meluncur pada hari Rabu.
Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa situasi di sepanjang perbatasan India-China secara berkala terganggu ketika pasukan China menyimpang dari pola patroli yang telah ditetapkan. Juru bicara kementerian Randhir Jaiswal menyampaikan kepada awak media bahwa kedua belah pihak terus menggunakan mekanisme diplomatik dan militer yang ada untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas serta menghindari kesalahpahaman di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC).






