Daftar Isi
Kawasan industri Osasco di Brasil kini bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan dan perusahaan teknologi aplikasi pengantar makanan yang dijuluki Lembah Silikon São Paulo. Wilayah ini sebelumnya memilih Presiden sayap kiri Luiz Inácio Lula da Silva pada tahun 2022, namun beralih mendukung kandidat sayap kanan Flávio Bolsonaro pada putaran pertama pemilihan presiden bulan ini menjelang pemilu putaran kedua pada hari Minggu.
Perubahan Lanskap Kelas Pekerja
Gilberto Almazan selaku pemimpin serikat pekerja metal setempat menuturkan bahwa gerakan buruh tertinggal zaman dan kesulitan mengikuti perubahan profil pekerja yang kini didominasi sektor jasa akibat deindustrialisasi yang masif. Pabrik-pabrik logam, bahan kimia, dan tekstil telah menghilang dan digantikan oleh pusat perbelanjaan. Menurut Richard Lapper selaku penulis biografi Lula dan Jair Bolsonaro, kemunduran sektor manufaktur dan maraknya pekerjaan individual atau gig economy bukanlah hal baru, namun dampaknya dirasakan lebih tajam di Brasil karena proses industrialisasi yang lambat serta deindustrialisasi yang terjadi lebih awal.
Di pasar terbuka Osasco, Tairine yang berdagang hot dog dan menggunakan mesin kartu portabel berencana memilih Bolsonaro karena terbebani pajak tinggi dan inflasi. Flávio Bolsonaro sendiri menjanjikan pemangkasan belanja pemerintah, kementerian, serta sejumlah pajak sambil tetap mempertahankan beberapa program kesejahteraan sosial andalan pemerintahan Lula. Di sisi lain, Robson selaku aparatur sipil negara di Osasco mengkritik tingginya beban pajak dan kebijakan publik masa pemerintahan Lula yang dinilai keliru sehingga memaksa warga membuat pilihan sulit antara membayar cicilan kendaraan atau membeli makanan.
Strategi Kampanye dan Isu Abstinensi
Angka golput pada putaran pertama mencapai 33 juta orang atau yang tertinggi sejak tahun 1998 akibat kekecewaan pemilih terhadap kondisi ekonomi. Untuk menghadapi situasi tersebut, tim kampanye Lula memobilisasi ratusan ribu orang ke jalanan dan memanfaatkan media sosial secara masif. Lula yang berusia 80 tahun tampil aktif di dunia maya dengan menyebut dirinya sebagai raja swafoto dan membagikan video saat dirinya berlari di jalur kampanye.
Dukungan bagi Lula masih bertahan di kalangan warga termiskin, seperti di kawasan favela Maré di Rio de Janeiro. Vitoria, seorang ibu berusia 18 tahun, memuji kebijakan kenaikan upah minimum, hak libur dua hari kerja, serta penyediaan obat gratis dari pemerintahan Lula, sekaligus meragukan rencana Bolsonaro yang ingin menetapkan kelompok kriminal yang menguasai wilayah tersebut sebagai organisasi teroris.
Peran Gereja Evangelical
Di tengah kekecewaan terhadap masa depan, gereja evangelical mengalami pertumbuhan pesat dan kini dianut oleh sekitar seperempat warga Brasil. Gereja mega ini memberikan dukungan spiritual hingga saran pekerjaan, sementara para pendeta konservatif menjadi kekuatan politik yang berpengaruh. Salah satunya adalah Silas Malafaia yang memimpin Assembleia de Deus Vitória em Cristo di Rio de Janeiro, yang menyatakan bahwa gereja memberikan makna hidup bagi masyarakat kelas pekerja.
Malafaia menilai Flávio Bolsonaro sejalan dengan nilai-nilai keluarga yang diusung gereja serta penolakan terhadap ideologi gender dan aborsi. Sementara itu, Almazan menyatakan keprihatinannya bahwa dinamika dunia kerja yang telah berubah membuat masa depan politik Lula sangat bergantung pada kemampuan presiden petahana tersebut dalam menawarkan harapan baru bagi masyarakat Brasil.
Sumber: BBC News







