Kejaksaan Uni Eropa memulai penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah blok tersebut yang dialokasikan untuk memperbarui jalur kereta api tempat kecelakaan maut merenggut 69 nyawa pekan lalu. Jaksa yang didukung unit khusus aparat keamanan Guardia Civil Spanyol mendatangi kantor pengelola infrastruktur Adif dan badan keselamatan perkeretaapian AESF.
Penyelidikan Dugaan Penipuan Dana Uni Eropa
Kantor Kejaksaan Publik Eropa (EPPO) menyatakan pada Jumat bahwa pihaknya melaksanakan langkah-langkah investigasi di lembaga-lembaga perkeretaapian Spanyol setelah membuka penyelidikan atas potensi penipuan dana Uni Eropa. Anggaran tersebut sebelumnya dialokasikan untuk renovasi serta peningkatan sistem keselamatan, sinyal, dan komunikasi di jalur kereta kecepatan tinggi Madrid-Seville, seperti dilaporkan BBC News. EPPO menekankan tingginya perhatian publik terhadap kasus ini, namun belum bersedia mempublikasikan rincian lebih lanjut. Sebagai bagian dari prosedur, seorang hakim Spanyol yang ditugaskan dalam perkara ini harus memastikan penyelidikan berjalan sesuai koridor hukum, termasuk memberikan izin penggeledahan rumah maupun penyadapan telepon.
Insiden pada 28 Oktober di jalur kecepatan tinggi Madrid-Seville tersebut tercatat sebagai salah satu bencana kereta api terburuk di Eropa abad ini. Peristiwa ini menandai penyelidikan penipuan Uni Eropa kedua yang dibuka terkait perkeretaapian Spanyol pada tahun ini, menyusul insiden Januari lalu di Adamuz yang menewaskan 46 orang. Dalam musibah pekan lalu, kereta milik operator pelat merah Renfe menghantam bagian belakang kereta berhenti milik perusahaan swasta Iryo di dekat desa Urda, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid. Sistem komunikasi LZB yang berfungsi memantau posisi kereta mengalami gangguan, sementara kereta Renfe tetap diberi lampu hijau untuk melaju dengan kecepatan normal meskipun rangkaian Iryo di depannya gagal bergerak. Rangkaian dua kecelakaan dalam kurun waktu sembilan bulan di jalur yang sama ini total telah merenggut 115 korban jiwa serta menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.
Dampak Politik dan Krisis Kepercayaan Publik
Bencana di Urda mengguncang pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Pedro Sánchez dari Partai Sosialis menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada 29 November, di mana posisi partai tersebut tertinggal dari Partai Rakyat (PP) yang konservatif dalam sebagian besar jajak pendapat. Sekutu dekat Sánchez, Óscar Puente, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri transportasi pekan ini setelah dua kecelakaan mematikan terjadi selama masa kepemimpinannya. Di sisi lain, Partai PP dan partai sayap kanan Vox menilai pengunduran diri Puente belum cukup dan menuntut Perdana Menteri Sánchez turut mundur. Situasi ini membuat masyarakat Spanyol kian enggan bepergian menggunakan kereta, yang ditandai oleh banyaknya laporan pembatalan perjalanan serta stasiun-stasiun yang tampak lengang.
Pengganti Puente, Carlos Cuerpo, berjanji akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna memulihkan kepercayaan warga Spanyol terhadap layanan kereta kecepatan tinggi. Cuerpo sempat menemui para penyintas tragedi Adamuz pada hari Jumat, di mana mereka menyerahkan daftar berisi 11 tuntutan untuk meningkatkan aspek keselamatan perkeretaapian nasional. Upacara pemakaman bagi 69 korban jiwa insiden Urda dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa di Katedral Toledo, yang terletak di provinsi yang sama dengan lokasi bencana.
Sumber: BBC News








