Dunia

Gelombang Teror Bom Palsu Guncang Penerbangan Eropa

Gelombang Teror Bom Palsu Guncang Penerbangan Eropa
Daftar Isi
  1. Ancaman Sistematis di Udara
  2. Prosedur Penanganan dan Kerugian Finansial
  3. Tantangan Perubahan Regulasi

Gelombang ancaman bom palsu yang menyasar penerbangan komersial memaksa terjadinya pengalihan rute, pendaratan darurat, hingga pengawalan jet tempur militer di wilayah udara Eropa sepanjang pekan ini. Rangkaian insiden ini memicu kecemasan penumpang sekaligus memberikan tekanan besar pada jaringan penerbangan yang memiliki jadwal padat.

Otoritas penerbangan mengonfirmasi terdapat lebih dari dua lusin ancaman yang dipastikan sebagai hoaks jahat tanpa adanya serangan nyata yang terealisasi. Meski demikian, klaim palsu tersebut terbukti memberikan dampak gangguan yang sangat besar terhadap operasional penerbangan secara keseluruhan.

Ancaman Sistematis di Udara

Pendiri firma keamanan Covent Consulting yang berfokus pada sektor penerbangan, Wilfried Covent, menilai gelombang teror ini sebagai peristiwa luar biasa yang belum pernah terjadi sepanjang kariernya. Biasanya, ancaman bom pada penerbangan hanya melibatkan satu atau dua aksi peniruan. Namun, fenomena saat ini dinilai sebagai serangan yang terencana dan sistematis terhadap maskapai serta bandara.

Kepada CNBC, Covent menjelaskan bahwa para pelaku sangat memahami titik terlemah dunia penerbangan, yaitu ketika pesawat sedang berada di udara. Berbeda dengan ancaman di area bandara yang dapat dievaluasi tanpa menghentikan operasional secara total, ancaman terhadap nomor penerbangan tertentu yang sedang mengudara mewajibkan penerapan regulasi internasional.

Prosedur penanganan mengharuskan pesawat segera mendarat, mengevakuasi penumpang, dan menjalani pemeriksaan oleh tim spesialis. Covent menegaskan bahwa otoritas tidak bisa mengabaikan ancaman tersebut meskipun puluhan ancaman sebelumnya terbukti hoaks, karena keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas utama.

Sejumlah analis keamanan menduga para pelaku merupakan aktor yang disokong oleh negara tertentu untuk mengganggu kehidupan publik di Eropa. Di sisi lain, sebuah email yang dikirimkan kepada jaringan penyiaran Eropa pada Jumat mengklaim berasal dari pemimpin kelompok di balik hoaks pesawat tersebut. Email itu juga menyebutkan adanya bom di gedung penyiaran hingga memicu evakuasi, meski tidak ada bom yang ditemukan.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, pesan tersebut menyatakan bahwa insiden pekan ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang akan menimpa Eropa di masa mendatang. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi identitas pengirim, asal email, maupun keterkaitannya dengan teror penerbangan.

Prosedur Penanganan dan Kerugian Finansial

Penanganan terhadap ancaman bom melibatkan pembagian peran yang kompleks. Penilaian ancaman dan penerapan tindakan keamanan berada di bawah wewenang otoritas nasional yang berkoordinasi dengan operator bandara, maskapai, dan aparat penegak hukum. Petugas pengatur lalu lintas udara bertugas mencari lokasi pendaratan yang tepat, sementara Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) menetapkan aturan keselamatan serta penyiapan respon kru.

Direktur Keselamatan Penerbangan di Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan Inggris (BALPA), Joji Waites, mengungkapkan bahwa tim penilai akan mengategorikan ancaman ke dalam status merah, kuning, atau hijau. Namun, status kuning tidak pernah diberikan jika pesawat sudah berada di udara. Apabila ancaman dinilai kredibel, kapten pesawat memegang kendali penuh untuk memutuskan tindakan terbaik sesuai prosedur perusahaan, dengan prioritas mendarat secepat dan seaman mungkin.

Dampak dari setiap pengalihan rute sangat berantai, mulai dari gangguan jadwal penerbangan berikutnya, jam kerja kru, hingga penumpang yang kehilangan penerbangan lanjutan. Guru besar tamu keselamatan penerbangan dari Coventry University, Philip Baum, memberitahukan kepada AP bahwa satu kali pengalihan penerbangan dapat menelan biaya hingga 250.000 dolar AS bagi maskapai, mencakup biaya kru pengganti dan penanganan penumpang.

Juru bicara EASA menyampaikan melalui email bahwa pengalihan rute ini mengganggu sistem penerbangan yang dirancang untuk kepastian dan efisiensi, sekaligus meningkatkan beban kerja pilot, pengatur lalu lintas udara, dan petugas bandara. Meskipun risiko keselamatan langsung tergolong rendah karena personel telah terlatih menghadapi situasi darurat, tingginya frekuensi pengalihan rute memberikan beban tambahan pada sistem.

Tantangan Perubahan Regulasi

Konsultan senior di Gates Aviation London, John Edwards, menyatakan kepada CNBC bahwa pemerintah nasional mulai meninjau regulasi otoritas penerbangan mereka, disertai diskusi di tingkat Eropa dan global. Edwards menilai instrumen evaluasi rutin seharusnya mampu mengategorikan sebagian besar ancaman sebagai hal yang tidak kredibel dengan cepat, sehingga peninjauan dilakukan untuk mencari tahu penyebab banyaknya ancaman yang dianggap cukup kredibel hingga memicu tindakan darurat pekan ini.

Sementara itu, mantan perwira penghubung intelijen di Dinas Intelijen dan Keamanan Umum Belanda yang kini menjabat CEO Dyami, Eric Schouten, memperkirakan penyesuaian regulasi membutuhkan waktu karena harus memadukan pandangan berbagai negara, bandara, otoritas keselamatan, dan Uni Eropa, serta memperhitungkan faktor geopolitik.

Schouten memperkirakan masih ada kemungkinan penerbangan lain dialihkan atau dibatalkan, bahkan target teror dapat meluas ke jaringan kereta api dan jalan raya. Ia menambahkan bahwa setiap langkah keamanan baru yang dirumuskan tidak akan dipublikasikan ke umum agar tidak terbaca oleh pelaku kejahatan.

Covent menambahkan bahwa jika teror semacam ini berlangsung secara terus-menerus, akan ada perubahan besar pada protokol keselamatan atau operasional penerbangan harus dihentikan sepenuhnya. Menurutnya, bentuk serangan dapat terus berubah seiring waktu, menyerupai gelombang serangan siber yang baru-baru ini menyasar fasilitas seperti lemari pendingin supermarket dan bank darah, sehingga masyarakat Eropa dituntut untuk selalu bersiap.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *