Masa depan Jack Grealish bersama Everton menghadapi momen penentu setelah pemain berusia 31 tahun tersebut dicoret dari skuad menjelang pertandingan Carabao Cup melawan Newcastle United. Pencoretan ini diumumkan secara terbuka oleh klub sebagai konsekuensi dari pelanggaran disiplin setelah ia mangkir dari sesi latihan.
Titik Balik Karier dan Hubungan dengan Moyes
Keputusan Everton mempublikasikan alasan absennya Grealish menunjukkan betapa serius pelanggaran yang dilakukan oleh mantan pemain termahal Inggris senilai 100 juta poundsterling tersebut. Pelatih Everton, David Moyes, tidak memiliki skuad yang gemuk dengan hanya menyisakan 18 pemain senior, sehingga indisipliner ini memberikan tekanan besar bagi tim maupun sang pemain. BBC Sport melaporkan bahwa meskipun Grealish dikenal sebagai pekerja keras di tempat latihan, ia sempat beberapa kali mengalami masalah ketepatan waktu di masa lalu. Grealish sendiri telah menjalani pembicuhan dengan petinggi klub untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di bawah kepemimpinan Moyes yang dikenal disiplin.
Ketidakhadiran Grealish terjadi di tengah performa lini serang Everton yang justru tampil dinamis saat menundukkan Newcastle United dengan skor 3-1, berkat aksi pemain muda Tyrique George di sisi kiri. Moyes memilih untuk bersikap tertutup mengenai detail indisipliner Grealish, namun menegaskan bahwa Everton menjunjung tinggi nilai-nilai klub baik di dalam maupun di luar lapangan. Hubungan Moyes dan Grealish sebenarnya terjalin sangat erat sejak sang pemain merapat ke Merseyside pada Agustus 2025, menyusul masa peminjaman sebelumnya yang terhenti akibat cedera kaki serius pada Januari lalu.
Kontribusi Sosial Berbanding Terbalik dengan Masalah Lapangan
Performa Grealish musim ini dinilai kurang memuaskan karena belum mencetak gol atau memberikan umpan matang dari delapan penampilannya, sementara gaya bermainnya kerap memperlambat tempo yang diinginkan Moyes. Kemarahan staf pelatih semakin memuncak mengingat tipisnya kedalaman skuad Everton musim ini. Kendati demikian, Grealish dikenal memiliki kepribadian yang sangat populer dan berhati emas di ruang ganti maupun di kalangan staf klub. Ia baru-baru ini mendonasikan 10.000 poundsterling untuk pengobatan seorang suporter Everton penderita kanker, Leon Skapars, yang membawa secercah harapan bagi keluarga tersebut.
Selain aksi dermawannya, Grealish juga aktif sebagai duta utama Special Olympics Great Britain dan kerap berpartisipasi dalam program komunitas Everton, didorong oleh inspirasi dari saudaranya yang menderita cerebral palsy. Namun, di balik berbagai aksi sosial dan kepribadiannya yang hangat, Grealish beberapa kali menjadi sorotan media akibat kontroversi luar lapangan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari insiden tertidur di bar atap gedung di Manchester, pelanggaran aturan karantina pada masa pandemi, hingga kasus berkendara tanpa kehati-hatian. Serangkaian insiden tersebut membuat Grealish kini mulai kehabisan waktu dan kesempatan untuk membuktikan kelayakannya di level tertinggi sepak bola Inggris.
Sumber: BBC Sport







