Dunia

Trump Konfirmasi Serangan Baru AS di Pulau Qeshm Iran

Trump Konfirmasi Serangan Baru AS di Pulau Qeshm Iran
Daftar Isi
  1. Serangan di Selat Hormuz
  2. Perundingan dan Respons Qatar
  3. Dinamika Politik dan Militer

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi serangan militer negaranya di Pulau Qeshm, Iran, di tengah klaim bahwa Washington telah membuat banyak kemajuan dalam perundingan dengan Teheran. Trump menyebutkan pada hari Jumat bahwa pasukan AS melaksanakan apa yang ia gambarkan sebagai serangan kecil yang menyasar sistem pertahanan udara Iran.

Serangan di Selat Hormuz

Trump menjelaskan kepada para wartawan di West Palm Beach, Florida, bahwa pihaknya melancarkan serangan berskala kecil terhadap perangkat anti-pesawat yang dibangun Iran dan berhasil melumpuhkannya dalam waktu singkat. Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya dua serangan rudal di kawasan Suza, Pulau Qeshm, yang terletak di Selat Hormuz sebagai jalur vital pengiriman minyak.

Televisi pemerintah IRIB melaporkan pernyataan dari militer Iran yang menyatakan bahwa pasukan pertahanan udara negara tersebut berhasil mencegat serta menghancurkan sebuah pesawat nirawak jenis MQ-9 milik Amerika Serikat di atas Pulau Qeshm. Menanggapi laporan ledakan di pulau tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan bahwa situasi di lapangan tergolong relatif tenang.

Seorang pejabat CENTCOM menyatakan kepada Al Jazeera bahwa pihaknya mengetahui laporan-laporan tersebut namun belum memberikan komentar lebih lanjut. Melalui sebuah unggahan di platform X pada Jumat malam, CENTCOM mengumumkan penawaran imbalan hingga 20 juta dolar AS serta kemungkinan relokasi bagi pihak yang memberikan informasi terkait program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, personel ilmiah, hingga pergerakan terkait.

Sebelumnya pada hari Senin, media Iran melaporkan serangkaian ledakan di Pulau Qeshm sementara media AS menyebutkan militer melancarkan apa yang pejabat sebut sebagai serangan defensif di Selat Hormuz.

Perundingan dan Respons Qatar

Trump berulang kali menyampaikan kepada para wartawan bahwa pemerintahannya tengah melakukan komunikasi dengan para perwakilan dari Teheran. Ia menilai pihak Iran ingin mencapai kesepakatan dan mengklaim pihaknya telah mencatat banyak kemajuan tanpa merinci lebih lanjut.

Pada hari Sabtu, Qatar menepis laporan yang menyebutkan perundingan antara AS dan Iran mengalami kegagalan serta memperingatkan bahwa narasi tersebut hanya menguntungkan pihak-pihak yang berupaya memperpanjang perang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, melalui akun X menegaskan bahwa penyebaran klaim palsu semacam itu hanya melayani pihak yang ingin memperpanjang perang dan mengacaukan stabilitas kawasan.

Dinamika Politik dan Militer

Serangan pada hari Jumat ini merupakan yang pertama kalinya sejak Partai Republik yang menaungi Trump mengalami kemunduran dalam pemilihan paruh waktu di AS pada hari Selasa. Trump lantas menyalahkan hasil pemilihan tersebut atas perang dengan Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump silih berganti melontarkan ancaman terhadap Iran dan mengindikasikan bahwa penyelesaian perang sudah dekat. Pada hari Kamis, ia menyatakan bahwa AS kemungkinan harus menghancurkan bagian lain dari Iran dan meminta publik menunggu tindakan selanjutnya.

Sementara itu, para pejabat Pentagon dan komandan militer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada The New York Times pada hari Rabu bahwa ribuan pasukan udara dan laut AS yang disiagakan di atas belasan kapal serta pangkalan militer bersiap melanjutkan operasi tempur skala besar atas perintah Trump. Di sisi lain, Teheran meningkatkan upaya diplomasi di tengah sinyal dari Trump mengenai potensi dimulainya kembali serangan berskala penuh oleh AS.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *