Kesehatan

Warga Washington Meninggal Akibat Komplikasi Flu Burung

Warga Washington Meninggal Akibat Komplikasi Flu Burung

Seorang warga Negara Bagian Washington, Amerika Serikat, meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi flu burung dengan kondisi parah. Pejabat kesehatan setempat mengonfirmasi kasus kematian tersebut pada Minggu.

Berdasarkan siaran pers resmi, pasien tersebut terpapar virus flu burung atau avian influenza di sebuah peternakan sapi perah yang terinfeksi di Yakima County. Otoritas kesehatan menyatakan bahwa individu yang identitasnya dirahasiakan tersebut juga memiliki riwayat penyakit penyerta sebelum tertular.

Dinas Kesehatan Yakima menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kerabat korban atas kejadian ini. Kematian ini menjadi kasus pertama di AS pada tahun ini yang disebabkan oleh komplikasi flu burung.

Penyebaran pada Sapi Perah dan Kasus Manusia

Penyebaran virus ini meluas di kawasan tersebut setelah pejabat di Yakima County melaporkan bahwa sebanyak 33 kawanan sapi perah terkonfirmasi positif mengidap flu burung berpatogen tinggi sejak awal Oktober. Dinas Kesehatan Yakima bersama Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington kini terus memantau potensi penularan pada manusia.

Hingga saat ini, otoritas setempat telah mencatat tiga kasus konfirmasi flu burung pada manusia di Yakima County. Kasus ketiga yang diumumkan pada Minggu menimpa seorang individu yang juga terpapar dari sapi perah terinfeksi, namun pasien tersebut tidak mengalami sakit parah maupun memerlukan perawatan di rumah sakit.

Risiko Penularan Bagi Masyarakat Umum

Petugas kesehatan publik kini bekerja sama untuk mengidentifikasi dan memantau orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan korban meninggal guna mengantisipasi munculnya gejala. Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa risiko penularan flu burung kepada masyarakat umum masih berada pada level yang rendah.

Kelompok yang berisiko lebih tinggi terinfeksi adalah pekerja peternakan sapi perah serta warga yang melakukan kontak dekat atau berkepanjangan dengan hewan terinfeksi dan lingkungan yang terkontaminasi. Otoritas menekankan bahwa penularan flu burung dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi dan belum pernah terdokumentasikan di Amerika Serikat.

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan terdapat 72 kasus flu burung pada manusia di seluruh negara tersebut sejak 2024. CDC mengonfirmasi tidak ada bukti penularan antarmanusia, sementara kasus kematian pertama akibat komplikasi flu burung di AS sebelumnya diumumkan lembaga tersebut pada Januari 2025.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *