Daftar Isi
Hubungan antara dua produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai dan Kia, telah berkembang pesat sejak Hyundai mengakuisisi mayoritas saham Kia pada 1997. Saat ini, kedua merek tersebut berbagi banyak hal mulai dari teknologi, arsitektur kendaraan, hingga lini mesin yang digunakan pada berbagai model mereka.
Berbagi Berbagai Lini Mesin
Sejumlah mesin populer digunakan secara bersamaan oleh kedua merek di berbagai pasar global. Salah satu contoh utamanya adalah mesin turbodiesel 2,2 liter CRDi empat silinder segaris yang telah disematkan pada Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento sejak 2009. Mesin yang diproduksi di pabrik Hyundai di Korea Selatan ini dikenal tangguh, meski terkadang mengalami masalah pada injektor piezo-elektronik serta konsumsi oli yang cukup tinggi. Selain Santa Fe dan Sorento, mesin tersebut juga dipakai pada Hyundai Palisade, Hyundai Sonata, serta Kia Carnival.
Model lainnya adalah mesin bensin Smartstream turbo 2,0 liter empat silinder segaris yang banyak dijumpai di pasar Asia seperti pada Santa Fe, Sonata, dan K5. Perkembangan dari mesin ini adalah varian Smartstream turbo 2,5 liter empat silinder segaris yang mengandalkan tenaga untuk Hyundai Sonata N Line, Kia Sorento, serta sejumlah model Genesis. Berdasarkan laporan, mesin tersebut kemungkinan besar juga akan digunakan pada kendaraan generasi berikutnya dari lini Hyundai N.
Produksi dan Keandalan di Amerika Serikat
Kedua merek turut berbagi mesin V6 3.5 liter turbo ganda yang dikenal sebagai Smartstream G3.5, di mana Hyundai merakit versi twin-turbo khusus untuk merek mewah Genesis. Berbagi mesin memungkinkan perusahaan untuk membagi biaya pengembangan dan manufaktur tanpa harus mendirikan rantai pasokan terpisah. Sejumlah dapur pacu tersebut diproduksi langsung di Amerika Serikat, termasuk lini Smartstream G2.5GDi, T-GDi, G1.6 T-GDi, dan G2.0 Atkinson.
Kendaraan seperti Kia Telluride, Sportage, Hyundai Tucson, Santa Cruz, dan Santa Fe yang dirakit di Amerika Serikat umumnya dilengkapi dengan mesin buatan lokal. Pembeli di kawasan tersebut dilindungi oleh garansi standar selama 10 tahun atau 100.000 mil apabila terjadi kendala. Kendati sebagian besar mesin saat ini bekerja dengan andal, beberapa unit di masa lalu sempat mencatatkan masalah serius.
Masalah Masa Lalu dan Gugatan Hukum
Dua keluarga mesin yang mencatatkan kendala signifikan adalah seri Nu empat silinder segaris berkapasitas 1,8 liter dan 2,0 liter, serta unit Theta II berkapasitas 1,8 liter, 2,0 liter, dan 2,4 liter. Unit-unit ini sempat menjadi subjek penarikan kembali atau recall serta gugatan class action di Amerika Serikat akibat laporan mesin mogok, macet, hingga terbakar. Pada 2024, kedua pabrikan sepakat menyelesaikan gugatan tersebut dengan memberikan kompensasi tunai kepada pemilik terdampak serta memperpanjang masa garansi mesin hingga 15 tahun atau 150.000 mil.
Dampak negatif dari penggunaan komponen bersama adalah ketika suatu keluarga mesin bermasalah, maka sejumlah kendaraan dari kedua merek akan terdampak sekaligus. Masalah pada mesin Nu dan Theta II turut memengaruhi model seperti Hyundai Sonata Hybrid keluaran 2011–2015, Hyundai Tucson tahun 2014–2021, Kia Optima Hybrid tahun 2011–2016, serta Kia Sportage tahun 2011–2013.
Persamaan pada Kendaraan Listrik
Praktik berbagi komponen juga merambah ke lini kendaraan listrik buatan kedua jenama tersebut. Model seperti Kia EV6, Hyundai Ioniq 5, Ioniq 9, dan Genesis GV60 sama-sama memanfaatkan platform E-GMP 800 volt dengan paket baterai serta motor listrik yang serupa, sementara Hyundai Ioniq 3 dan Kia EV4 mengandalkan versi 400 volt dari arsitektur tersebut.
Powertrain elektrik ini juga tidak luput dari kendala teknis, di mana sejumlah kendaraan listrik mengalami masalah pada komponen Integrated Charging Control Unit atau ICCU. Kegagalan fungsi pada komponen ini membuat kendaraan listrik tidak dapat dioperasikan. Sebagai respons, Hyundai dan Kia harus menghadapi gugatan hukum, menjalankan program recall, serta memperpanjang masa garansi model terdampak hingga 15 tahun atau 180.000 mil.
Perbedaan utama yang ditawarkan oleh sebagian besar model Hyundai dan Kia saat ini terletak pada aspek desain eksterior dan tata letak interior. Konsumen yang kurang menyukai tampilan Hyundai Santa Fe dapat memilih kembarannya yakni Kia Sorento, atau menentukan pilihan antara gaya retro Hyundai Ioniq 5 dan Kia EV6 sesuai selera estetika masing-masing.








