Kejaksaan Agung Pennsylvania mengumumkan penangkapan sepasang ayah dan anak atas dugaan menjalankan operasi bengkel penampungan mobil curi (chop shop) dan menjual sedikitnya 12 kendaraan curi. Kedua pelaku diduga memanfaatkan platform Facebook Marketplace untuk memasarkan mobil yang telah diubah dokumen kepemilikannya (title-washing) dengan nilai total mendekati $500.000.
Modus Pemalsuan Dokumen dan Kendaraan Mewah
Tersangka diidentifikasi sebagai Jermaine Quinones Sr. (42 tahun) dan putranya, Jermaine Quinones Jr. (18 tahun), yang beroperasi di wilayah Lehigh County. Seperti dilaporkan CarScoops, pihak berwenang menemukan transaksi penjualan 12 kendaraan bermotor dengan dokumen yang diubah sepanjang tahun 2025 dan 2026.
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku memasang Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) dari mobil lain untuk menyamarkan identitas kendaraan yang mereka ketahui merupakan hasil curian. Dokumen palsu tersebut membuat mobil-mobil tersebut berhasil lolos proses pendaftaran dan kepemilikan tanpa memicu kecurigaan petugas. Akibatnya, pembeli awam yang memeriksa laporan riwayat VIN sekalipun tetap bisa terkecoh dan mengira sedang membeli mobil bekas yang sah.
Kendaraan yang ditawarkan bukan mobil tua berkualitas rendah, melainkan mobil berusia muda dengan nilai jual tinggi. Pihak berwenang mengidentifikasi sejumlah unit yang pernah dijual, antara lain Infiniti QX60 keluaran 2026 senilai $67.599, Acura Integra seharga $35.950, serta dua unit Ford Mustang yang masing-masing bernilai $32.640 dan $31.890.
Ancaman Hukuman dan Penipuan Mobil Bekas
Petugas menangkap Quinones Sr. di kediamannya di Allentown pada awal Oktober dengan uang jaminan yang ditetapkan sebesar $450.000, sedangkan Quinones Jr. ditangkap pada 22 Oktober dengan jaminan $100.000. Kedua tersangka kini menghadapi sejumlah tuduhan tindak pidana berat, termasuk pencurian dengan penipuan, pemalsuan dokumen kendaraan, dan penipuan asuransi. Satu hukuman atas dakwaan tersebut membawa ancaman hukuman penjara maksimal hingga 20 tahun.
Modus kejahatan semacam ini marak terjadi di pasar mobil bekas secara umum. Kejaksaan Agung Pennsylvania sebelumnya juga pernah membongkar jaringan pencurian yang mengincar 65 mobil mewah dengan skema pemalsuan dokumen yang serupa. Kasus lain di Utah melibatkan diler mobil bekas yang dituduh memalsukan tanda tangan mendiang pemiliknya untuk menjual kembali mobil yang rusak akibat badai es.
Para calon pembeli kendaraan bekas diimbau untuk selalu memeriksa laporan riwayat kendaraan secara mendalam serta memastikan seluruh nomor VIN yang tertera pada bagian fisik mobil saling cocok satu sama lain.







