Lifestyle

Reaksi Pemeran MAFS UK Usai Acara Dibatalkan

Reaksi Pemeran MAFS UK Usai Acara Dibatalkan

Kabar pembatalan acara realitas Married at First Sight UK (MAFS UK) memicu beragam reaksi emosional dari para mantan kontestan. Sejumlah wanita yang mengaku mengalami pelecehan dan pemerkosaan selama proses syuting merasakan lega yang mendalam, sementara yang lain menuntut akuntabilitas lebih lanjut.

Reaksi Kontestan Terkait Pembatalan

Seorang wanita yang melayangkan tuduhan pemerkosaan oleh suaminya di dalam acara tersebut mengirimkan pesan kepada BBC News bahwa dirinya merasa sangat senang dan lega karena tidak ada orang lain yang harus mengalami kejadian serupa. Kontestan wanita lain yang juga mengaku menjadi korban pemerkosaan menuturkan kepada BBC bahwa ia diliputi rasa lega yang luar biasa. Meski demikian, ia mengaku heran mengapa Channel 4 baru memutuskan untuk menyetop acara tersebut setelah diadakannya peninjauan independen. Menurut laporan BBC News, para pria yang terlibat telah membantah seluruh tuduhan tersebut.

Ketiga wanita yang sebelumnya berkontribusi dalam investigasi BBC Panorama tidak diberi tahu terlebih dahulu mengenai keputusan pembatalan tersebut. Shona Manderson, satu-satunya kontestan wanita yang identitasnya diungkapkan ke publik, menyatakan melalui sambungan telepon kepada BBC News bahwa perasaan utamanya adalah lega karena suara mereka akhirnya didengarkan. Di sisi lain, April Banbury dari musim 2022 menyampaikan kepada BBC News bahwa keputusan tersebut seharusnya diambil bertahun-tahun yang lalu. Mantan suami April sebelumnya sempat ditangkap atas dugaan perilaku mengendalikan dan memaksa, sebelum akhirnya investigasi kepolisian dihentikan dan pihak pria menyebut tuduhan tersebut palsu.

Sebaliknya, beberapa kontestan lain yang menulis di media sosial mengaku memiliki pengalaman yang lebih positif dan merasa sedih melihat acara tersebut berakhir. Jay Howard dari musim 2023 menyatakan bahwa acara itu memberikannya persahabatan dan berbagai peluang, sementara Marilyse Corrigan dari musim 2021 mengenang masa-masa tersebut dengan kenangan indah. Sejumlah kontestan juga mengungkapkan kepedulian mereka terhadap para staf yang bekerja di balik layar serta rasa prihatin bagi para penggemar setia acara tersebut.

Pertanyaan yang Belum Terjawab dan Penyelidikan Lanjutan

Hingga kini, Channel 4 baru merilis ringkasan temuan dari peninjauan independen, alih-alih laporan secara penuh. Bos Channel 4, Priya Dogra, menyatakan kepada BBC News bahwa penanganan insiden yang dilakukan oleh pihak penyiar sudah tepat. Dalam pernyataan tertulis kepada BBC News, Channel 4 menyebutkan bahwa peninjauan tersebut tidak bertujuan mengadili dugaan pelanggaran hukum terhadap sejumlah kecil kontestan masa lalu, karena hal itu merupakan wewenang pihak berwenang yang relevan, serta menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap kode penyiaran Ofcom.

Petinggi Channel 4 dijadwalkan hadir di hadapan Komite Digital, Kebudayaan, Media, dan Olahraga pada 17 November mendatang. Selain itu, investigasi oleh lembaga pengawas Ofcom masih berlangsung, dan pada bulan Juni lalu seorang kontestan pria sempat ditangkap atas dugaan pemerkosaan. Keputusan untuk menghentikan MAFS UK juga memunculkan pertanyaan mengenai masa depan format internasional acara tersebut, di mana Channel 4 telah memastikan tidak akan menayangkan edisi internasional seperti MAFS Australia.

Pihak Channel 4 menyatakan bahwa peninjauan menemukan tidak adanya pelanggaran kode penyiaran Ofcom dalam penanganan masalah yang diangkat pada saat itu oleh pihak penyiar maupun rumah produksi CPL.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *