Presiden Paraguay Santiago Pena resmi mengundurkan diri pada Kamis (27/2) di tengah tekanan besar akibat kolapsnya bank digital Ueno. Keputusan ini diambil saat parlemen sedang membahas mosi pemakzulan terhadap dirinya terkait krisis keuangan yang menyebabkan jutaan rekening nasabah dibekukan.
Penyebab Krisis Politik dan Pemakzulan
Pengunduran diri Pena terjadi setelah ia kehilangan dukungan dari Presiden Kongres Basilio Nunez serta pemimpin Partai Colorado yang berkuasa, Horacio Cartes. Sebelumnya, sebanyak 35 anggota parlemen dari pihak oposisi dan pembangkang partai berkuasa telah mengajukan usulan pemakzulan di Dewan Perwakilan Rakyat yang beranggotakan 80 orang.
Para legislator menuduh Pena terlibat dalam konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, serta upaya menutup-nutupi keterkaitan institusional dengan Ueno. Meskipun Pena telah menjual sahamnya di Ueno Holding pada April 2025, ia tetap dituduh menerima dua pinjaman dari bank tersebut yang dianggap sebagai keuntungan finansial yang tidak wajar.
Selain itu, mosi pemakzulan menyoroti intervensi presiden terhadap Institut Jaminan Sosial (IPS) yang mengelola dana pensiun dan kesehatan pekerja. Menurut manajer keuangan IPS, Gladys Vera, lembaga tersebut menyimpan 355 juta dolar AS di Ueno, yang setara dengan 9 persen dari total investasinya. Parlemen juga mempertanyakan penunjukan Carlos Carvallo sebagai kepala bank sentral pada 2023, mengingat Carvallo sebelumnya memimpin Financiera Ueno. Dokumen parlemen mencatat bahwa bank sentral menyetujui konversi perusahaan tersebut menjadi bank hanya 83 hari setelah penunjukan Carvallo.
Dampak Kolapsnya Ueno Bank
Ueno Bank melayani sekitar 2,94 juta nasabah atau mencakup 60 persen dari populasi dewasa di Paraguay. Hingga bulan lalu, bank tersebut memegang sekitar 800 juta dolar AS dana sektor publik, termasuk dana dari operator bendungan hidroelektrik besar di negara itu.
Krisis memuncak pada Selasa (25/2) ketika bank sentral Paraguay memerintahkan proses resolusi atau penutupan setelah rasio solvabilitas Ueno turun di bawah setengah dari batas minimum yang disyaratkan. Akibatnya, aplikasi, kartu pembayaran, dan layanan transfer bank berhenti beroperasi, sementara kantor cabang ditutup. Kondisi ini menyebabkan nasabah mengantre di luar kantor bank karena tidak dapat menarik tabungan mereka.
Aksi protes pun meluas di Asuncion. Ratusan karyawan Ueno dan perusahaan induknya berunjuk rasa di depan Kementerian Tenaga Kerja pada Kamis untuk menuntut pembayaran gaji dan pesangon. Sehari sebelumnya, para pensiunan, deposan, mahasiswa, dan pekerja juga turun ke jalan menuntut pemakzulan Pena dengan membawa spanduk bertuliskan “Kembalikan uang kami.”
Langkah Otoritas Terkait
Pihak berwenang telah menahan delapan eksekutif senior, termasuk pendiri bank Miguel Vazquez dan presiden bank Juan Manuel Gustale. Jaksa juga telah mendakwa 27 pejabat bank dan rekan bisnis atas tuduhan pelanggaran kepercayaan dan percobaan penipuan. Pengacara dari beberapa pihak yang ditahan menyatakan bahwa mereka memerlukan waktu untuk meninjau dakwaan tersebut sebelum memberikan komentar.
Sebelum mundur, Pena sempat merilis pesan video pada Rabu (26/2) yang menjanjikan legislasi untuk mengembalikan hak setiap penabung secepat mungkin. Krisis ini juga memaksa Pena membatalkan kehadirannya dalam pertemuan puncak Ibero-Amerika di Madrid. Pena, seorang ekonom konservatif, sebelumnya menjabat sebagai presiden sejak Agustus 2023 untuk masa jabatan lima tahun.








