Seorang pegawai OpenAI menyatakan tidak bersalah dalam persidangan di hadapan Hakim Magistrate Peter Kang. Pengacara terdakwa menolak memberikan komentar setelah persidangan tersebut.
Jadwal Sidang Lanjutan dan Latar Belakang
Hakim memerintahkan terdakwa untuk kembali hadir di persidangan pada 17 November. Terdakwa merupakan seorang mitra ventura pada perusahaan modal ventura asal Arab Saudi, Raed Ventures.
Halaman biografi pada situs Raed menyebutkan bahwa ia saat ini bertugas sebagai pimpinan teknik di OpenAI dengan fokus pada agen kecerdasan buatan dan platform data. Pangeran Khalid Bin Bader Al Saud, yang merupakan anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, juga menjabat sebagai mitra ventura di perusahaan yang sama.
Konteks Industri dan Kebijakan
Kasus ini muncul di tengah kemajuan pesat perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dalam mengembangkan agen kecerdasan buatan serta kekhawatiran yang kian meningkat terkait potensi pencurian teknologi kecerdasan buatan. Pada bulan Juni lalu, Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif mengenai inovasi kecerdasan buatan yang menyatakan kebijakan Amerika Serikat untuk melindungi kekayaan intelektual dari eksploitasi dan pencurian oleh pihak asing serta mengembangkan kapabilitas kecerdasan buatan negara tersebut.
Donald Trump memiliki hubungan dekat dengan Arab Saudi, namun ia juga mengambil langkah-langkah pada masa jabatan keduanya di Gedung Putih untuk membatasi jumlah visa bagi pekerja asing tingkat tinggi. Sebelumnya pada tahun ini, OpenAI sempat menggelar pembicaraan dengan Dana Investasi Publik Arab Saudi yang merupakan dana kekayaan berdaulat negara tersebut mengenai potensi investasi di perusahaan itu.
Hakim memerintahkan Alfozan untuk kembali hadir di persidangan pada 17 November.
Sumber: US Top News and Analysis








