Pada tahun 1863, penulis kenamaan Jules Verne menulis sebuah naskah yang membayangkan kondisi kota Paris hampir satu abad berikutnya, yakni pada tahun 1960. Naskah berjudul Paris in the Twentieth Century tersebut sempat terabaikan dan baru bisa diterbitkan 131 tahun kemudian setelah ditemukan di brankas keluarga pada 1994.
Penolakan Penerbit dan Gambaran Masa Depan
Dalam karya ini, Verne mengambil pendekatan yang sangat berbeda dari novel-novel petualangannya yang biasa mengeksplorasi pulau terpencil, dasar laut, inti Bumi, atau sisi jauh Bulan. Ia memilih memprediksi peradaban masa depan dengan mempertanyakan arah perkembangan masyarakat abad ke-19 jika ketergantungan pada sains, mesin, perdagangan, dan efisiensi terus berjalan hingga puncaknya.
Penerbit Pierre-Jules Hetzel memutuskan untuk menolak naskah tersebut karena menganggap ramalan Verne tidak masuk akal dan nada tulisannya dinilai terlalu suram. Penolakan itu membuat Verne menyimpan rapat naskahnya dan tidak pernah memublikasikannya sepanjang hidupnya.
Ditemukan Kembali Setelah Satu Abad
Seperti dilaporkan Blue Continuum, naskah ramalan tersebut tersimpan selama 131 tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali di dalam brankas keluarga. Buku Paris in the Twentieth Century tersebut kemudian resmi diterbitkan untuk pertama kalinya di Prancis pada tahun 1994.
Sumber: Hacker News: Front Page








