Pekerjaan mengamati serangkaian video berdurasi sembilan detik dari cagar alam Clophill Lakes, Bedfordshire, memunculkan tantangan tersendiri untuk membedakan bank vole dan wood mouse. Upaya pencatatan jumlah bank vole dalam rekaman tersebut terkendala oleh kemiripan fisik kedua hewan pengerat tersebut.
Mengamati Perilaku Lewat Kamera Jebak
Rekaman bermula pada pukul 16.47 waktu setempat ketika relawan satwa liar Stephen Plummer menyalakan kamera pemantau di dalam perangkap mostela, sebuah kotak kayu dengan pintu pipa saluran air yang diisi kacang serta biji-bijian. Kedua spesies hewan pengerat ini tampil dalam drama rodential di hutan gugur di samping kolam-kolam tua, meski pengamat kesulitan mengenali perbedaannya terutama dalam cahaya inframerah monokrom.
Setelah memeriksa perbedaan kedua hewan tersebut berulang kali hingga ratusan klip kemudian, pengamatan terhadap karakteristik fisik mulai menemui titik terang. Apabila ekor bank vole yang pendek dan buntak, telinga rendah, moncong tebal, serta mata kecilnya tidak terlihat jelas, gerakan mereka dapat menjadi pembeda utama. Hewan tersebut berlari kecil dengan kesan pusat gravitasi yang lebih rendah dan dinilai sangat menggemaskan saat diamati.
Perilaku Aktif dan Hubungan Keluarga Rodensia
Menurut pengalaman Stephen, bank vole umumnya bersikap lembut dan tenang saat berada di tangan. Berbeda dengan wood mice yang sebagian besar aktif pada malam hari, bank vole bersifat katarhemal atau aktif secara selang-seling baik siang maupun malam. Hal tersebut terbukti dalam rekaman video ketika kedua vole telah menyimpan seluruh kacang tanah sementara tikus kayu baru muncul menjelang malam pukul 19.12.
Waktu dini hari dikuasai oleh para tikus, sementara seekor tikus got sempat memunculkan kepala berukuran besar ke dalam pipa saluran air seperti tikus kayu yang memakan semua kue. Walau terdapat perbedaan ukuran, tikus got dan tikus kayu berada dalam satu keluarga yang sama, yang dulunya juga mencakup bank vole. Istilah vole sendiri diyakini berasal dari bahasa Norwegia yang berarti tikus ladang.
Sumber: Environment | The Guardian








