Daftar Isi
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan catatan penting kepada sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang berencana merilis obligasi daerah. Ia meminta pemda agar mencermati dinamika pasar dan kenaikan suku bunga obligasi pemerintah pusat sebelum menerbitkan surat utang tersebut.
Aturan dan Kondisi Pasar Obligasi
Suahasil menegaskan bahwa rencana penerbitan instrumen pembiayaan tersebut wajib mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Ketentuan tersebut harus dijalankan secara disiplin oleh pemda yang bersangkutan.
Menurut Suahasil kepada CNN Indonesia, kenaikan suku bunga obligasi pemerintah pusat yang sedang terjadi saat ini perlu dicermati secara serius oleh pihak-pihak yang berniat menerbitkan surat utang serupa. Sebagai alternatif, pemerintah pusat menyediakan berbagai skema pembiayaan melalui APBN guna mendukung berjalannya proyek-proyek di daerah.
Proyek DKI Jakarta dan Dukungan APBN
Suahasil menjelaskan bahwa komunikasi terkait opsi pembiayaan dengan Pemprov DKI Jakarta sudah mulai berjalan. Sejumlah proyek pembangunan di ibu kota selama ini juga telah memperoleh sokongan dana dari APBN, baik melalui alokasi belanja negara maupun skema pembiayaan.
Ia mencontohkan proyek Moda Raya Terpadu atau MRT yang mendapatkan alokasi dana melalui mekanisme penerusan pinjaman. Bentuk dukungan fiskal seperti itu, imbuhnya, juga disalurkan oleh pemerintah pusat kepada berbagai pemda lain di seluruh wilayah Indonesia.
Rencana Penerbitan Surat Utang DKI Jakarta
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi atau surat utang daerah dengan target nilai emisi mencapai Rp3,5 triliun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan langkah tersebut merupakan terobosan yang baru pertama kali dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.
Pramono memaparkan bahwa kebijakan penerbitan surat utang ini diambil guna mengatasi tekanan fiskal akibat pemotongan Dana Bagi Hasil atau Transfer ke Daerah untuk Jakarta oleh pemerintah pusat senilai Rp15 triliun. Dengan daya tarik kota yang besar, ia optimistis obligasi daerah tersebut akan diserap dengan baik oleh pasar.








