Kesehatan

Larva Pemakan Daging Meluas ke Tiga Negara Bagian AS

Larva Pemakan Daging Meluas ke Tiga Negara Bagian AS

Krisis akibat parasit larva pemakan daging New World Screwworm (NWS) di Amerika Serikat semakin meluas setelah dilaporkan menjangkau negara bagian ketiga. Parasit yang dikenal sangat ganas ini kini juga telah menyerang hewan peliharaan milik warga.

Penyebaran ke Arizona dan Dampaknya

Infestasi tersebut kini telah mencapai negara bagian Arizona, menyusul New Mexico dan Texas yang lebih dulu terdampak oleh parasit mengerikan ini. Hingga saat ini, sebanyak 74 kasus pada hewan telah teridentifikasi di Amerika Serikat sejak serangga tersebut masuk kembali ke wilayah negeri Paman Sam pada bulan Juni.

Lalat betina bertelur hingga ratusan butir pada bagian luka maupun lubang tubuh hewan yang lembap, kemudian larva yang sangat rakus akan memakan inangnya. Larva tersebut berbentuk mirip sekrup yang masuk dan memutar menembus jaringan daging hidup secara perlahan, sehingga menimbulkan luka parah yang berpotensi fatal sebelum akhirnya jatuh ke tanah untuk tumbuh menjadi lalat dewasa.

Upaya Pembendungan dan Ancaman bagi Manusia

Pada dekade 1960-an, hama perusak industri peternakan ini sempat berhasil dibasmi dari Amerika Serikat melalui metode pelepasan lalat jantan mandul dari udara guna menggagalkan perkembangbiakan. Selama bertahun-tahun, populasi lalat tersebut berhasil ditahan melalui penghalang biologis di sepanjang Celah Darien yang terletak di perbatasan Panama dan Kolombia. Kendati demikian, pertahanan tersebut jebol pada tahun 2022 dan membuat serangga itu kembali merangsek masuk ke Amerika Serikat lewat kawasan Amerika Tengah.

Meskipun ancaman utama dikhawatirkan berdampak buruk terhadap sektor peternakan, parasit ini juga mampu merusak satwa liar, hewan peliharaan domestik, serta manusia dalam kasus yang lebih jarang terjadi. Berdasarkan catatan terbaru dari Kementerian Kesehatan Meksiko, negara tersebut telah mengonfirmasi sebanyak 806 kasus infestasi cacing pada manusia sejak serangga itu muncul kembali, dengan korban jiwa mencapai sembilan orang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *