Teleskop Luar Angkasa Hubble mendekati akhir masa operasionalnya setelah mengorbit selama 36 tahun dan diperkirakan akan jatuh kembali ke atmosfer bumi pada awal hingga pertengahan dekade 2030-an. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membuka kembali permohonan informasi kepada sektor swasta untuk mencari gagasan penyelamatan teleskop tersebut.
Permintaan Usulan Komersial
NASA merilis Permintaan Informasi atau RFI pada hari Kamis yang mengundang perusahaan-perusahaan komersial untuk menyampaikan gagasan mengenai cara mendongkrak kembali orbit, melakukan servis, atau membuang Hubble secara terkendali. Batas akhir pengumpulan tanggapan dari industri swasta ditetapkan pada 30 November.
Secara spesifik, pihak lembaga antariksa mencari informasi seputar kapabilitas terkini maupun jangka pendek dari berbagai perusahaan dalam menangkap Hubble. Mereka juga meminati opsi untuk menaikkan ketinggian orbit teleskop hingga sekurang-kurangnya 600 kilometer, meningkatkan kinerja instrumen, atau mengarahkan jalur masuk kembali Hubble secara terkendali.
Persyaratan misi tersebut mewajibkan agar upaya pendulangan orbit atau servis tidak menimbulkan kerusakan pada teleskop, serta ditargetkan terlaksana paling lambat pada 2032. Perusahaan pemenang kontrak nantinya akan bertanggung jawab menyediakan wahana peluncur, pesawat ruang angkasa untuk servis, operasional misi, beserta awak jika diperlukan.
Tantangan Orbit dan Belum Ada Komitmen
Pihak lembaga antariksa belum memberikan komitmen pembelian untuk misi penyelamatan ini, namun para pejabat ingin mengetahui pihak yang berminat, estimasi biaya, serta perusahaan yang memiliki peluang nyata untuk mencapai Hubble sebelum terbakar saat masuk kembali ke atmosfer. Para ahli dinamika orbit memperkirakan kejatuhan tersebut akan terjadi pada 2033 atau 2034 jika tidak ada intervensi, kendati prakiraan ini bisa berubah bergantung pada aktivitas matahari.
Teleskop Hubble tidak dilengkapi sistem pendorong mandiri sehingga membutuhkan waktu selama 24 tahun untuk meluncur turun dari ketinggian 583 kilometer pada 2002 ke posisi orbit saat ini yang berada di kisaran 470 kilometer di atas permukaan Bumi. NASA terakhir kali menaikkan orbit Hubble menggunakan Pesawat Ulang-Alik Columbia pada 2002 dalam misi pemeliharaan, sementara penerbangan pemeliharaan terakhir pada 2009 tidak lagi menaikkan posisi ketinggiannya.
Pemberlakuan kenaikan orbit sesuai standar NASA hingga mencapai 600 kilometer diyakini sanggup mempertahankan operasional Hubble di angkasa selama sekurang-kurangnya 25 tahun ke depan.
Sumber: Ars Technica - All content








