Konferensi tingkat tinggi perubahan iklim PBB, Cop31, akan segera dimulai di Antalya, Turki, dengan fokus utama pada peralihan menuju listrik bersih. Penyelenggaraan konferensi ini dipimpin bersama oleh Australia sebagai eksportir batu bara dan Turki sebagai konsumen batu bara.
Tantangan Geopolitik dan Peran Tuan Rumah
Pertemuan puncak ini menghadapi situasi geopolitik yang dinilai sangat menantang akibat konflik di Ukraina, Iran, dan Gaza, serta ketidakpastian ekonomi dari Amerika Serikat. Cop31 di Antalya sendiri merupakan hasil kompromi menit-menit terakhir yang disepakati pada Cop30 di Belém, menyusul keinginan kuat dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan pihak Turki untuk menjadi tuan rumah.
Kedua negara pembawa acara membagi tugas dalam penyelenggaraan konferensi. Australia memimpin jalannya negosiasi resmi, termasuk isu transisi berkeadilan bagi pekerja sektor bahan bakar fosil, dana kerugian dan kerusakan, keuangan iklim, serta kemajuan pemotongan emisi. Sementara itu, Turki memegang kendali atas agenda aksi yang mencakup komitmen sukarela elektrifikasi global, pengurangan limbah, serta metana.
Kontradiksi Bahan Bakar Fosil dan Desakan Penghentian
Ketergantungan kedua negara terhadap bahan bakar fosil menjadi sorotan tajam menjelang konferensi. Dalam wawancara dengan The Guardian di Bonn pada Juni lalu, pejabat negosiasi Cop31 Australia, Chris Bowen, menyatakan bahwa negaranya dapat mulai mengalihkan ketergantungan ekspor bahan bakar fosil ke listrik bersih, namun menolak menetapkan tanggal pasti penghentian batu bara.
Di sisi lain, batu bara masih mendominasi sumber tenaga di Turki, dan rencana iklim nasional negara tersebut justru membuka peluang peningkatan emisi gas rumah kaca. Sebagai tanggapan, sekitar 50 organisasi garis depan dari berbagai wilayah penghasil batu bara mengirimkan surat kepada para presiden Cop untuk mendesak penghentian penambangan dan penggunaan batu bara.
Mehmet Dalkanat dari Afşin-Elbistan Platform for the Protection of Life and Nature mengungkapkan bahwa warga setempat telah lama menanggung beban berat akibat polusi batu bara. Ia merujuk pada pembatalan rencana perluasan pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Turki pada bulan Juli lalu sebagai kemenangan besar masyarakat. Aksi protes dan pengawasan ketat diperkirakan akan mewarnai jalannya konferensi di Antalya di tengah sorotan terhadap upaya pembatasan emisi global.
Sumber: Environment | The Guardian








