Dunia

Kepala Polisi London Minta Korban Russell Brand Melapor

Kepala Polisi London Minta Korban Russell Brand Melapor

Kepala Kepolisian Metropolitan London (Met) Mark Rowley meminta siapa saja yang memiliki tuduhan baru terhadap terpidana pemerkosa Russell Brand untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Pernyataan tersebut disampaikan setelah komedian yang beralih menjadi pemengaruh daring itu dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Penyelidikan Dugaan Lain dan Seruan Laporan

Russell Brand, 51, digambarkan dalam persidangan sebagai predator seksual yang kejam, penuh perhitungan, dan manipulatif. Ia divonis bersalah karena memperkosa seorang wanita di rumah mewahnya di London serta melakukan pelecehan seksual terhadap tiga wanita dalam insiden terpisah di hadapan rombongannya di sebuah stasiun radio, studio televisi, dan sebuah bar.

Saat ini, Brand masih berada dalam penyelidikan atas dua tuduhan pemerkosaan lainnya, dan pihak Kepolisian Met telah menyerahkan berkas-berkas tersebut kepada Kejaksaan Agung (Crown Prosecution Service). Mark Rowley mengatakan kepada Times Radio bahwa pihaknya sedang menyelidiki dua tuduhan pemerkosaan tambahan dan mendorong siapa pun yang mengalami hal serupa untuk berani melapor.

Dalam wawancara terpisah di acara BBC Breakfast, Rowley menyatakan bahwa dirinya tidak akan merasa terkejut jika nantinya muncul lebih banyak lagi korban yang melapor. Proses hukum dan vonis terhadap Brand sendiri bermula dari dokumenter Channel 4 Dispatches pada tahun 2023 serta laporan dari surat kabar The Times dan Sunday Times yang mengangkat berbagai tuduhan terhadapnya.

Kesenjangan Kuasa dan Mitos Pemerkosaan di Pengadilan

Dorothy Byrne, mantan kepala pemberitaan dan urusan terkini di Channel 4, menyoroti adanya kesenjangan kuasa antara figur publik yang bernilai tinggi dan staf muda dengan kontrak jangka pendek. Menurutnya, ketimpangan tersebut sering kali membuat korban takut melapor karena khawatir menghadapi pembalasan secara profesional.

Dalam program Today di BBC Radio 4, Byrne menjelaskan bahwa perempuan dan laki-laki muda di organisasi yang lebih kecil masih berada dalam posisi rentan terhadap figur penting yang dianggap sebagai kunci kesuksesan sebuah program. Ia berharap kasus Brand bisa menjadi titik balik dan membuat para pria yang berperilaku buruk merasa gentar melihat keberanian para korban yang melapor ke polisi.

Terkait persidangan, Rowley juga menanggapi laporan mengenai jalannya sidang yang dinilai hampir mengarah pada penyalahkan korban. Menanggapi pernyataan pengacara pembela Brand, Ian Winter KC, yang menyebut para pelapor tidak melawan, menjerit, atau mencoba pergi, Rowley menyatakan dukungan penuh kepada Komisaris Korban, Claire Waxman.

Rowley mendukung usulan agar undang-undang pengadilan mewajibkan hakim memberikan arahan kepada juri mengenai mitos dan kesalahpahaman seputar pemerkosaan di setiap persidangan. Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan politikus Partai Buruh, Jess Phillips, yang menilai persidangan tersebut memberikan gambaran langka bagi publik mengenai berbagai asumsi keliru dan stereotip yang kerap muncul dalam persidangan kasus pemerkosaan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *