Kecelakaan kereta cepat yang melibatkan dua kereta di Spanyol bagian tengah menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai puluhan lainnya pada Rabu (15/10) pagi. Peristiwa nahas ini terjadi ketika kereta yang melaju dari Madrid menuju Seville menghantam kereta lain yang sedang berhenti di atas rel.
Kronologi dan Penyebab Kecelakaan
Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pukul 09.00 waktu setempat atau sekitar 140 kilometer di sebelah selatan Madrid, tepatnya di antara wilayah munisipalitas Mora dan Orgaz. Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente menjelaskan bahwa kereta yang berhenti dan dioperasikan oleh operator swasta Iryo membawa 147 penumpang, serta terpaksa berhenti di jalur rel akibat gangguan komputer.
Puente menerangkan, ketika terjadi kegagalan sistem, pusat kendali 24 jam di Madrid mengambil alih penanganan, tetapi membuat keputusan yang ia sebut “tidak dapat dijelaskan” dengan memerintahkan kereta-kereta untuk kembali bergerak tanpa pembatasan kecepatan apapun. Iryo menyatakan keretanya “ditabrak dari belakang” oleh kereta lain milik perusahaan kereta api nasional Spanyol, Renfe, yang mengangkut 397 penumpang.
Kekuatan benturan tersebut digambarkan sangat brutal oleh Salvador Arriza (62), seorang penumpang yang berada di dalam kereta Renfe. Para penumpang mulai memecahkan kaca jendela untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian orang tidak dapat bergerak karena terjepit di antara kursi, seperti dilaporkan Reuters. Salah satu gerbong terbakar, dengan pemandangan mengerikan berupa orang-orang terjebak yang menangis dan berdarah, serta sebagian tertimbun reruntuhan, sementara pecahan rel kereta dilaporkan menembus salah satu gerbong.
Tangui Binier (22), penumpang di dalam kereta Iryo, mengatakan kepada BBC bahwa koper-koper mulai beterbangan dan orang-orang berteriak ketika kereta akhirnya berhenti. Ia menuturkan situasi dipenuhi asap dan kebingungan, serta melihat kereta tersebut terbalik sepenuhnya saat ia melangkah keluar, sementara ayahnya membawa keluar seorang anak perempuan yang mengalami patah tulang panggul.
Jurnalis Spanyol Antonio Jiménez Barca yang bekerja untuk surat kabar El Pais menceritakan bahwa dirinya merasa terdorong dari belakang hingga terjatuh ke lantai saat sedang berjalan menuju kafetaria kereta Renfe. Penumpang lain, Sebastián Herrero (46), mengatakan kepada surat kabar El Mundo bahwa ia melihat banyak orang mengalami patah hidung dan patah lengan akibat dampak benturan yang sangat keras.
Respons Pemerintah dan Penyelidikan
Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian, dan sebuah helikopter mengevakuasi korban dengan luka paling serius. Garda Sipil Spanyol menyatakan pihaknya membutuhkan sampel DNA dari keluarga untuk mengidentifikasi beberapa korban tewas.
Perdana Menteri Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa saat mengunjungi lokasi kecelakaan dengan menyatakan bahwa seluruh Spanyol sedang berduka atas tragedi tersebut. Sebagian besar partai politik di Spanyol membatalkan agenda kampanye mereka yang dijadwalkan pada hari Rabu, kecuali partai sayap kanan Vox yang pemimpinnya, Santiago Abascal, menyatakan partainya tidak akan ikut serta dalam upaya yang ia sebut menggunakan masa berkabung untuk membungkam kritik terhadap infrastruktur kereta api negara.
Perdana Menteri menyebut insiden dua kecelakaan kereta api serius dalam satu tahun di Spanyol adalah hal yang tidak dapat diterima dan berjanji akan mengusut tuntas masalah ini untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian. Alberto Núñez Feijóo selaku pemimpin partai oposisi utama Partainya Rakyat menegaskan bahwa kegagalan dalam sistem keamanan akan ditangani dengan ketegasan maksimal.
Di sisi lain, serikat pekerja Spanyol CSIF menuntut pengunduran diri menteri transportasi dengan menuduhnya telah menjadikan manajer lalu lintas sebagai kambing hitam dengan menyalahkan human error di ruang kontrol, alih-alih mengambil tanggung jawab. Peristiwa hari Rabu ini tercatat sebagai kecelakaan terburuk di negara tersebut sejak tahun 2013, ketika 80 orang tewas di pinggiran Santiago de Compostela, Spanyol barat laut, menyusul insiden serupa yang terjadi di jalur rel yang sama di wilayah selatan jauh pada bulan Januari lalu yang menewaskan 46 orang.
Sumber: BBC News







