Kanselir Jerman Friedrich Merz mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan pada Jumat (30/10). Dalam kunjungan tersebut, Merz merefleksikan pengalaman reunifikasi Jerman dan menyampaikan harapan agar Semenanjung Korea suatu hari nanti dapat mengalami persatuan negara.
Kunjungan Kanselir Jerman ke Zona Demiliterisasi
Merz mendatangi desa gencatan senjata Panmunjom di perbatasan kedua negara dan sempat berdiri di sisi Korea Utara di dalam barak. Berbicara kepada para wartawan, ia menuturkan bahwa perpecahan mendatangkan penderitaan yang besar bagi sebuah negara dan memperbesar keinginan masyarakat untuk bersatu.
Merz menyatakan bahwa gagasan tersebut ia sampaikan setelah mendapat pertanyaan mengenai pengalaman reunifikasi Jerman saat berkunjung ke Seoul. Sementara itu, Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir justru menjauh dari diplomasi dengan Selatan serta menghapus referensi reunifikasi dari konstitusinya.
Misi Ganda Jerman di Asia
Kunjungan Merz ke Korea Selatan merupakan bagian dari rangkaian lawatan di Asia yang turut mencakup Jepang dan Singapura untuk mempererat kerja sama dengan kekuatan menengah dunia. Di sisi lain, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok guna memperkuat hubungan bilateral dan membahas isu perdagangan.
Di Beijing, Presiden Steinmeier bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk membahas ketegangan perdagangan dan tatanan internasional. Presiden Xi menyatakan kesiapan untuk membuka babak baru kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara seraya menekankan pentingnya kerja sama ekonomi global.
Dalam pidatonya di Konferensi Bisnis Jerman-Asia Pasifik di Seoul pada hari yang sama, Merz menegaskan bahwa Uni Eropa siap bekerja sama dengan ekonomi Asia guna membangun tatanan perdagangan berbasis aturan. Ia memperingatkan agar rantai pasokan tidak dijadikan alat politik dalam persaingan global.








