Kandidat Senat dari Partai Demokrat, Mary Peltola, membantah mengetahui adanya dugaan rencana yang memunculkan dua pria bernama Dan Sullivan dalam pemilihan Senat di Alaska. Bantahan ini muncul di tengah eskalasi penyelidikan kriminal oleh pemerintahan Trump dan perintah investigasi resmi dari gubernur setempat.
Tuduhan Pengelabuan Pemilih
Senator petahana dari Partai Republik, Dan S Sullivan, bersama para sekutunya menuduh pihak Demokrat berupaya membingungkan para pemilih dalam pemilu paruh waktu mendatang. Persaingan di Alaska ini dinilai para pengamat sebagai salah satu yang paling ketat dan berpotensi menentukan partai mana yang akan menguasai Kongres Amerika Serikat.
“Saya hanya ingin menjernihkan suasana,” ujar Peltola saat berbicara kepada para pemilih pada Kamis, seperti dilaporkan BBC News. “Saya tidak tahu apa-apa tentang kandidat lain di surat suara kecuali saya dan petahana. Hanya itu yang saya ketahui. Saya tidak tertarik mengelabui pemilih.”
Kontroversi memanas setelah laporan media mengungkapkan bahwa tim Peltola bekerja sama dengan pihak yang mencoba merekrut kandidat pengecoh, termasuk Dan J Sullivan, seorang pensiunan guru yang tinggal di sebuah desa nelayan terpencil. Laporan tersebut mengklaim orang-orang yang terhubung dengan kampanye Peltola serta staf senior di Komite Kampanye Senat Demokrat (DSCC) terlibat dalam upaya perekrutan tersebut. Sementara itu, kampanye Peltola membantah laporan tersebut dan Dan J Sullivan juga membantah memiliki hubungan apa pun dengan kampanye tersebut.
Pemeriksaan Hukum dan Gugatan Federal
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mulai menerbitkan surat panggilan pengadilan yang menargetkan para pejabat Demokrat yang diduga terhubung dengan upaya perekrutan tersebut, menurut CBS News selaku mitra berita AS bagi BBC. Hingga Jumat pagi, belum ada tuntutan yang diajukan secara resmi.
Scott Kendall, seorang pengacara yang pernah bekerja untuk Senator Republik Lisa Murkowski, menyatakan kepada BBC bahwa dirinya meragukan tindakan yang dijelaskan dalam laporan media tersebut melanggar hukum karena undang-undang Alaska tidak memiliki persyaratan itikad baik yang spesifik bagi para kandidat. Kendall menilai risiko terbesar yang dihadapi Peltola dari tuduhan ini adalah kerugian reputasi secara mutlak.
Pemerintahan Trump mengajukan gugatan federal untuk mencegah sertifikasi hasil jika Sullivan yang didukung Trump kalah, dengan alasan kehadiran dua kandidat bernama sama dapat membingungkan pemilih. Departemen Kehakiman kemudian mengubah gugatan tersebut dengan mencantumkan laporan media dan pengumuman investigasi dari Gubernur Mike Dunleavy.
Seorang hakim federal mempercepat proses pertimbangan dan akan menimbang mosi penolakan yang diajukan oleh pejabat pemilihan Alaska serta didukung oleh kampanye Peltola dan kelompok hak suara. Menjelang akhir pekan terakhir masa kampanye, Presiden Donald Trump dijadwalkan hadir dalam unjuk rasa berturut-turut di Kansas dan Iowa pada hari Minggu.
Sumber: BBC News








