Kesehatan

Inggris Perpanjang Kontrak Layanan Kesehatan dengan Palantir

Inggris Perpanjang Kontrak Layanan Kesehatan dengan Palantir

Pemerintah Inggris berencana memperpanjang kontrak sistem kecerdasan buatan (AI) Layanan Kesehatan Nasional (NHS) senilai 330 juta poundsterling dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Palantir. Langkah perpanjangan ini dilakukan sembari para menteri menyusun skema penggantian dengan vendor asal Inggris, seperti dilaporkan The Guardian merujuk pada pemberitaan Financial Times.

Pertimbangan Gangguan Layanan

Menteri Kesehatan Yvette Cooper terus menghadapi desakan dari kalangan anggota parlemen dan aktivis untuk menghentikan kerja sama tersebut. Sistem AI milik Palantir dirancang sebagai program unggulan pemerintah untuk mengintegrasikan rekam medis pasien yang tersebar, mempercepat pemulangan pasien rumah sakit, serta menata ulang jadwal operasi.

Kendati demikian, hasil peninjauan menunjukkan bahwa mengakhiri kontrak lebih awal melalui pengaktifan klausa pemutus akan menimbulkan dampak gangguan yang terlalu riskan bagi sistem data NHS. Sebagai gantinya, pemerintah berniat membuka proses pengadaan baru untuk mencari penyedia teknologi dalam negeri, dengan target menggeser Palantir dalam kurun dua tahun.

Tanggapan Palantir dan Kritik Politik

Chief Executive Palantir untuk wilayah Inggris dan Eropa, Louis Mosley, menyatakan bahwa penghentian kerja sama ini sama saja dengan mengutamakan urusan politik di atas kepentingan pasien. Mosley turut menyebut para pengkritik perusahaan mengalami fenomena yang ia sebut “Palantir Derangement Syndrome”.

Palantir menjadi sorotan publik lantaran memiliki kontrak penyediaan teknologi AI untuk militer Israel serta kebijakan tindakan tegas keamanan dalam negeri era Donald Trump. Pendiri perusahaan tersebut, Peter Thiel, juga pernah mempertanyakan efektivitas demokrasi dan menyebut sektor teknologi sebagai sarana yang mampu mengubah dunia secara sepihak.

Di sisi lain, Pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, mengecam kebijakan Partai Buruh dan menilai keputusan mempertahankan Palantir sebagai sebuah pengkhianatan. Ia menganggap pemerintah membiarkan lembaga kesehatan publik dikuasai oleh korporasi penyokong Donald Trump dan aksi kejahatan perang.

“Laporan hari ini bahwa Labour akan mempertahankan Palantir di NHS menunjukkan bahwa sejumlah besar uang yang dibayarkan kepada orang-orang seperti mantan menteri Labour, Peter Mandelson dan Tom Watson, tampaknya telah membuahkan hasil,” kata Polanski.

Klaim mengenai manfaat platform ini bagi pasien masih terus diperdebatkan oleh para tenaga medis NHS, bahkan beberapa otoritas pengelola NHS daerah secara terbuka menolak memakai sistem Palantir. Kesepakatan perpanjangan kontrak ini dijadwalkan bakal segera ditandatangani oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *