Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi pembentukan tim khusus oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mengusut kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sahroni berharap tim yang dipimpin Kabareskrim Komjen Asep Safrudin tersebut dapat membongkar sosok utama di balik aksi penyadapan itu, sebagaimana dilaporkan detikcom.
Desak Transparansi dan Pengusutan Tuntas
Sahroni menekankan pentingnya penegakan hukum secara adil tanpa memandang latar belakang pihak yang terlibat, mengingat korban penyadapan dalam perkara ini adalah kepala negara.
“Bravo buat Kapolri yang telah membuat tim khusus, pancen oye jenderal, tim khusus ini saya harap bisa temukan dalang dari penyadapan yang dilakukan para jenderal-jenderal tersebut,” kata Sahroni saat dihubungi, Minggu (8/11/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak berkedudukan sama di mata hukum. “Di mata Hukum semua setara dan tidak pandang bulu siapapun yang terlibat, yang disadap juga nggak main-main langsung Bapak Presiden, sudah tidak masuk di akal,” ucap dia.
Oleh karena itu, Sahroni mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengusut perkara tersebut secara transparan. “Polri dan BIN harus serius mengusut ini semua dan buka secara transparan,” ujarnya.
Langkah Proaktif Institusi Polri
Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta dua jenderal lainnya terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membentuk tim khusus untuk melakukan penanganan secara mendalam.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan pengumuman tersebut di Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (5/11). Ia menyebut pimpinan Polri telah memantau dinamika isu yang menyita perhatian publik tersebut.
“Bapak Kapolri telah mencermati, mengikuti, dan mendengarkan berbagai isu dan perkembangannya terkait informasi yang menjadi perhatian publik,” kata Trunoyudo saat konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa langkah pembentukan tim khusus merupakan bentuk keseriusan institusi Polri dalam menyikapi persoalan tersebut. “Sebagai bentuk respons proaktif dan keseriusan institusi, maka pimpinan Polri, dalam hal ini Kapolri, telah membentuk tim secara khusus dalam merespons informasi dan isu-isu tersebut,” ucap dia.
Tim khusus tersebut dijadwalkan segera menjalankan pendalaman kasus penyadapan ilegal tersebut di bawah kepemimpinan langsung Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin. “Untuk melakukan pendalaman yang langsung dipimpin oleh Bapak Kabareskrim,” tutur dia.
Sumber: News - Detikcom








