Dunia

Donald Trump Pamer Ruang Acara Gedung Putih Usai Pemilu

Donald Trump Pamer Ruang Acara Gedung Putih Usai Pemilu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumpulkan wartawan dan kamera televisi di Gedung Putih pada Rabu sore waktu setempat, kurang dari 24 jam setelah Partai Republik mengalami kekalahan besar dalam pemilu sela. Alih-alih membahas kekalahan partainya, Trump justru memamerkan proyek pembangunan ruang acara (ballroom) baru di kompleks Gedung Putih.

Memamerkan Fasilitas Ruang Acara Baru

Berdiri di lokasi konstruksi, Trump menyampaikan pujian kepada timnya atas pembangunan gedung tersebut. Seperti dilaporkan The Guardian, ia berbicara selama lebih dari 20 menit memaparkan rincian fasilitas bangunan, termasuk pilar berbahan batu kapur, langit-langit setinggi 15 meter, lantai marmer tebal, atap tahan nirawak (drone-proof), hingga bunker berstandar militer. Ruang acara tersebut dirancang untuk menampung lebih dari 300 tamu.

Dalam acara tersebut, Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum juga menyampaikan pernyataan dan menyebut momentum itu sebagai hari perayaan serta rasa syukur. Trump turut mengungkapkan kesukaannya pada proyek konstruksi dan upaya mempercantik kawasan Washington DC, seperti perbaikan kolam di Lincoln Memorial, rencana pembangunan gapura kemenangan, pembersihan patung monumen, dan fasilitas helipad baru.

Tanggapan Terhadap Kekalahan Pemilu Sela

Trump baru membahas hasil pemilu sela saat menjawab pertanyaan dari para wartawan. Dalam pemilu tersebut, Partai Demokrat berhasil menguasai kembali DPR dan Senat AS serta memenangkan sejumlah pemilihan gubernur, termasuk di negara bagian yang secara historis didominasi Partai Republik seperti South Carolina, Texas, Kansas, dan North Carolina. Kemenangan Demokrat juga terjadi di distrik-distrik yang sebelumnya telah diubah batas wilayahnya untuk menguntungkan Republik.

Menanggapi hasil tersebut, Trump menyatakan kemungkinannya untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat selama mereka tidak bersikap merusak, sembari menegaskan bahwa ia memiliki hak veto. Ia juga mengakui bahwa perang dengan Iran yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar turut memengaruhi suara pemilih hingga menguntungkan Partai Demokrat, meski ia menilai konflik tersebut tetap bernilai penting.

Meskipun selama berbulan-bulan mendorong pendukungnya untuk menganggap dirinya ada dalam surat suara, Trump menekankan bahwa namanya tidak tercantum secara langsung dalam pemilu tersebut. Ia mengklaim bahwa Partai Republik akan meraih kemenangan apabila namanya berada di dalam surat suara.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *