Sport

Alan Shearer Bahas Rekor Gol dan Peluang Jadi Manajer

Alan Shearer Bahas Rekor Gol dan Peluang Jadi Manajer

Alan Shearer menyadari bahwa rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Primer akan lebih aman jika Erling Haaland meninggalkan Liga Inggris. Mantan penyerang Newcastle United dan tim nasional Inggris tersebut telah mencetak 260 gol selama 14 tahun berkarier di liga utama.

Ancaman Rekor Gol dan Kenangan Masa Kecil

Haaland telah mengoleksi 120 gol di Liga Primer dalam kurun waktu empat musim lebih. Jika penyerang asal Norwegia itu bertahan di Manchester City, ia berpeluang melampaui catatan gol Shearer, mengikuti jejak Harry Kane yang sempat mendekati rekor tersebut sebelum pindah ke Bayern Munich pada 2023.

“Saya yakin itu akan dipecahkan suatu hari nanti, tetapi saya akan menikmatinya selagi masih bertahan,” ujar Shearer dalam siniar The Football Interview, seperti dikutip dari BBC Sport.

“Jika kita bisa mengeluarkan Haaland ke Real Madrid atau tempat semacam itu dalam beberapa tahun ke depan, maka semuanya akan baik-baik saja,” tambahnya.

Dua dekade setelah gantung sepatu, Shearer mengenang keputusannya meninggalkan rumah di Newcastle pada usia 15 tahun untuk bergabung dengan Southampton. Ia mengaku sempat meragukan keputusannya itu ketika melihat air mata sang ibu di stasiun kereta saat ia berangkat merantau.

Karier Manajer yang Batal dan Dunia Pundit

Setelah membela Blackburn Rovers dan memenangi gelar Liga Primer, Shearer pulang ke klub masa kecilnya, Newcastle United, pada 1996. Ia sempat ditunjuk sebagai manajer interim Newcastle pada delapan pertandingan terakhir musim 2009 untuk menyelamatkan klub dari zona degradasi, yang berakhir dengan kegagalan dan degradasi tim.

“Newcastle berada dalam masalah besar dan saya tidak pernah bisa menolak – kami berada di dasar klasemen, berjuang untuk hidup kami,” ucapnya. “Saya seharusnya tahu ketika saya menandatangani kontrak pada 1 April bahwa itu tidak akan berhasil.”

Shearer sempat mendapat tawaran melatih di Cardiff, tetapi urung mengambilnya dan memilih jalur media. Saat ini, ia menjadi pengamat sepak bola tetap untuk program Match of the Day, menjadi ko-komentator pertandingan timnas Inggris, serta mengisi siniar The Rest Is Football bersama Gary Lineker dan Micah Richards.

Meski harus menjalani perjalanan panjang dari Newcastle ke Salford demi tugas siaran, ia menikmati perannya saat ini termasuk kesempatan berbaur sebagai suporter di sekitar Stadion St James’ Park dengan menyamar mengenakan topi.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *