Dunia hiburan internasional berduka atas kepergian aktor peraih berbagai penghargaan, Sir Patrick Stewart, yang dikenal luas sebagai Kapten Jean-Luc Picard dalam waralaba Star Trek: The Next Generation dan Professor Charles Xavier dalam seri X-Men. Stewart meninggal dunia pada hari Rabu dalam usia 86 tahun.
Pernyataan Keluarga dan Perjuangan Melawan Penyakit
Pihak perwakilan Stewart menyampaikan berita duka tersebut melalui sebuah pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa sang aktor mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Los Angeles. Ia didampingi oleh istrinya, Sunny, di tengah keluarga dan sahabat yang memberikan kasih sayang.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa Stewart meninggal dunia setelah menghadapi perjalanan singkat melawan penyakit Alzheimer dan Demensia Lewy Body. Keluarga juga menyampaikan bahwa Stewart dikelilingi oleh musik langsung, doa, air mata, serta gelak tawa hingga akhir hayatnya.
Melalui akun media sosial X milik sang aktor, pihak keluarga meminta agar masyarakat tidak mengirimkan karangan bunga. Sebagai gantinya, keluarga menyarankan agar sumbangan kenangan disalurkan ke Johns Hopkins Alzheimer’s Disease Research Center Fund serta Alzheimer’s Foundation of America Caregiver Resources.
Perjalanan Hidup dan Karier Teater
Lahir di Yorkshire, Inggris, pada tahun 1940, Stewart mulai tertarik pada dunia akting saat berusia 12 tahun setelah gurunya memberikan naskah karya Shakespeare berjudul The Merchant of Venice. Peran sebagai Shylock yang dibacakannya saat itu kemudian ia mainkan kembali saat dewasa untuk Royal Shakespeare Theater (RSC).
Kepala botak yang menjadi ciri khasnya sudah terlihat sejak ia berusia 19 tahun akibat kondisi alopecia. Sebelum meraih kesuksesan di panggung seni peran, ia sempat bekerja sebagai wartawan magang dan salesman furnitur.
Stewart kemudian mendapatkan beasiswa di Bristol Old Vic Theater School dan memulai peran profesional pertamanya pada tahun 1959 dengan memerankan seorang bajak laut terdampar dalam pementasan Treasure Island bersama Lincoln Repertory Company.
Sumber: Ars Technica - All content








