Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengeluarkan memorandum yang melarang personel militer memanfaatkan informasi nonpublik untuk bertaruh pada pasar prediksi. Larangan tersebut disampaikan karena taruhan itu berpotensi membocorkan petunjuk penting kepada negara musuh.
Peringatan dan Risiko Keamanan
Memo bertanggal 20 Oktober tersebut diterbitkan oleh CBS News dan ditujukan kepada pimpinan senior Pentagon, pemimpin Komando Kombatan, serta direktur aktivitas lapangan Departemen Pertahanan, dengan subjek peringatan agar tidak mengorbankan operasi militer demi keuntungan finansial pribadi.
Dalam memo tersebut, Hegseth menyatakan bahwa pihak musuh mengawasi pergerakan di pasar taruhan. Ketika seorang prajurit, profesional intelijen, atau warga sipil departemen melakukan transaksi finansial terkait hasil militer, mereka menciptakan sinyal yang dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan oleh dinas intelijen asing yang bermusuhan untuk mengantisipasi pergerakan, target, serta waktu operasi.
Sebelumnya pada bulan April, seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat ditangkap dan didakwa menggunakan informasi rahasia untuk meraup keuntungan sebesar 410.000 dolar AS melalui taruhan Polymarket terkait waktu penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer. Selain itu, laporan Anti-Corruption Data Collective pada bulan Agustus menemukan 152 dompet mencurigakan yang memasang taruhan berisiko tinggi pada pasar militer dan pertahanan, serta meraup total keuntungan mencapai 8 juta dolar AS.
Cakupan Larangan Platform Keuangan
Hegseth menegaskan bahwa aturan pelarangan ini berlaku untuk seluruh platform keuangan, yang mencakup layanan taruhan konvensional serta pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi. Personel Departemen Pertahanan dilarang keras melakukan transaksi keuangan apa pun yang didasari oleh informasi nonpublik, tanpa memandang apakah informasi tersebut berstatus rahasia atau tidak.
Sumber: Ars Technica - All content







